Jika tindakan bersama antara Amerika dan Jepang menyebabkan dolar melemah, likuiditas global akan meningkat, yang biasanya akan mendorong harga aset berisiko seperti emas, komoditas, pasar saham, dan cryptocurrency.
Risiko jangka pendek: Yen yang tiba-tiba menguat, akan memaksa trader arbitrase yang meminjam yen untuk menutup posisi, yang mungkin memicu penurunan tajam pada aset seperti Bitcoin dalam jangka pendek (mirip dengan situasi pada Agustus 2024).
Keuntungan jangka panjang: Tren melemahnya dolar akan mendorong dana untuk mencari 'area nilai'. Saat ini harga Bitcoin masih jauh di bawah puncak 2025, mungkin menjadi aset inti yang menarik dana, sehingga mendapatkan ruang kenaikan yang sangat besar dalam jangka panjang.
Sederhananya, jika Amerika dan Jepang bekerja sama untuk mengintervensi nilai tukar, mungkin akan mengguncang pasar dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang dapat memberikan peluang kenaikan besar bagi cryptocurrency seperti Bitcoin.