Bicarakan “privasi” dan “kepatuhan” bersama-sama—sebenarnya tidak sulit. Yang sulit adalah batas kekuasaan.
#dusk memiliki Moonlight yang terbuka dengan dua model privasi Phoenix, ditambah dengan selective disclosure. Jalur teknologinya sudah cukup lengkap: secara default disembunyikan, lalu dibuka lagi saat diperlukan sesuai aturan. Masalahnya bukan pada “bisa atau tidak bisa dilakukan”, melainkan “siapa yang memutuskan”.
Siapa yang berhak menuntut adanya pengungkapan? Bukti dikeluarkan oleh siapa dan siapa yang mencabutnya? Apakah pengguna bisa melihat dengan jelas, sebelum menyerahkan data, apa sebenarnya yang diserahkan, diserahkan untuk berapa lama, dan diserahkan kepada siapa? Di sinilah keputusan sesungguhnya apakah sistem akan “berubah bentuk”.
Teknologi bisa dirancang sesofistik mungkin, tetapi jika batasnya kabur, privasi akan berubah menjadi laci yang bisa dibuka kapan saja, sementara kepatuhan menjadi kantong yang bisa diperbesar kapan saja. Dua-duanya tidak akan puas.
Jadi, dibanding berulang kali menekankan “kami mendukung privasi dan kepatuhan sekaligus”, yang lebih layak diawasi justru adalah beberapa set data yang lebih spesifik: seberapa besar porsi transaksi privasi yang benar-benar terjadi, apakah alur pencabutan bersifat terbuka dan dapat diverifikasi, serta apakah setiap pengungkapan memiliki catatan audit yang bisa dilacak.
Angka dan proses inilah, lebih daripada slogan mana pun, yang benar-benar menunjukkan di mana batas kekuasaan digambar.@Dusk $DUSK