APR saat ini sekitar 0.19u. Dua hari lalu gelombang lonjakan besar hampir semuanya sudah kembali. Dalam 24 jam, harga jatuh terus dari 0.566 ke 0.18—penurunan harian enam puluh persen. Satu candle 4 jam saja langsung dari 0.53 ke 0.20—pola seperti ini bukan penurunan pelan (tidak ‘slow bleed’), melainkan posisi long dengan leverage disapu habis (liquidation) secara sekali jalan.

Di sisi kontrak juga cocok: nilai open interest menyusut enam puluh persen dalam tujuh jam; baik long maupun short sudah saling ‘dicuci’. Kuadran OI menunjukkan panic liquidation, sementara timeframe 4 jam menandakan momentum sudah melemah (baterai habis). Intinya, leverage yang mestinya meledak memang sudah hampir meledak semuanya.

Tapi sampai di sini, saya tidak mau ikut ‘mengejar’ (membeli saat jatuh). Di order book, sell lebih tebal daripada buy. Jarak harga dari dua moving average dalam 15 menit masih sekitar 25% dan 50%—moving average semuanya menekan dari atas. Setiap pantulan (rebound) harus menggigit ‘tembok jual’ dulu. Struktur dana juga rumit: jumlah akun ‘paus’ dalam tujuh jam naik beberapa kali lipat, tapi justru proporsi posisi long menyusut—akun masuk, tapi posisi ditarik. Yang masuk kebanyakan cuma posisi coba-coba (test), bukan yang betul-betul menambah long dengan ukuran besar untuk menyerap.

Sekadar tambah satu: meski jatuh sedalam ini, fee rate masih positif—artinya pasar belum benar-benar beralih menjadi bearish total, tapi juga tidak cukup kuat untuk berbalik arah seketika.

Jadi di posisi ini, saya tidak akan mengejar long maupun short. Saya pilih menunggu dulu. Lihat apakah level rendah 0.18 bisa bertahan. Lihat juga apakah rebound bisa membentuk volume yang cukup untuk melahap tembok jual di atas. Tanpa konfirmasi, mengejar masuk sama saja membakar uang sungguhan untuk berjudi arah.

#apr $APR