Banyak orang membahas kinerja blockchain, dan respons pertama yang muncul biasanya TPS. Namun saat saya membaca whitepaper Dusk, saya perhatikan bahwa Kadcast ditempatkan sebelum bagian konsensus. Alasannya sederhana: jika blok kandidat, transaksi, dan suara tidak tiba tepat waktu ke node, maka sekalipun komite berikutnya terpilih dengan sangat baik, ia tetap bisa mengalami keterlambatan, fork, atau verifikasi berulang akibat informasi yang tidak sinkron.

@Dusk_Foundation $DUSK #dusk

Kita bisa menganggap dua cara penyebaran ini sebagai dua jalur. Gossip tradisional seperti “meneruskan ke siapa saja yang ditemui”; node mengirim siaran berulang ke banyak tetangga. Sementara itu, Kadcast meminjam Kademlia DHT: jarak XOR antar ID node dipakai untuk mengatur routing, lalu bucket memilih node dengan jarak berbeda, sehingga membentuk structured multicast tree. Pesan tidak lagi disebarkan tanpa pandang bulu, melainkan menyebar berlapis melalui jalur yang dirancang—mengurangi transmisi berulang sekaligus menjaga cakupan jaringan.

Ini sangat penting untuk blockchain berbasis finansial. Keterlambatan beberapa detik pada blok tidak hanya memengaruhi pengalaman pengguna, tetapi juga dapat membuat node-node berbeda untuk sementara melihat blok kandidat yang berbeda, sehingga meningkatkan probabilitas stale block dan perbedaan dalam konsensus. Studi yang dikutip whitepaper menyebutkan bahwa, dibanding Gossip, Kadcast dapat mengurangi penggunaan bandwidth sekitar 25%—50%. Dalam skenario penerbitan blok yang lebih cepat, tingkat stale block juga bisa turun sekitar 10%—30%. Namun perlu dijelaskan: ini adalah hasil penelitian yang dikutip dalam whitepaper, bukan pengukuran yang seragam dari Dusk mainnet pada semua kondisi jaringan.

Saya juga merasa Kadcast punya sisi lain yang mudah terlewat: penyebaran terstruktur tidak harus mengorbankan privasi. Node meneruskan pesan melalui beberapa peer; setelah verifikasi tanda tangan berhasil, barulah pesan diteruskan lagi. Ketika routing tidak langsung menjangkau semua orang dari sumber, pengamat eksternal pun akan lebih sulit menentukan dari mana pesan pertama kali berasal. Tetapi, semakin topologi makin terstruktur, semakin perlu memastikan bahwa hubungan routing itu sendiri tidak membocorkan terlalu banyak informasi. Kinerja dan privasi tidak otomatis bisa didapat bersamaan—keduanya adalah hasil dari desain jalur penyebaran.

Kesimpulannya, lapisan propagasi tidak pernah sekadar “pelengkap” dari konsensus.