#DollarFallsToMayLow Menulis
Dolar Turun ke Level Terendah Sejak Mei
Dolar AS tergelincir ke level terendah sejak Mei karena para investor menurunkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga The Federal Reserve (Fed) berikutnya. Data ekonomi terbaru, termasuk penjualan ritel yang lebih lemah, pembacaan inflasi yang lebih landai, dan tanda-tanda pasar tenaga kerja yang mulai mendingin, telah memperkuat pandangan bahwa Fed mungkin mempertahankan suku bunga tanpa perubahan pada beberapa bulan mendatang.
Indeks Dolar (DXY), yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, melemah karena para pedagang beralih ke mata uang lain seperti euro dan poundsterling. Baik euro maupun sterling menguat, didukung oleh data ekonomi yang membaik dan prospek suku bunga AS yang lebih lemah.
Sentimen pasar digerakkan oleh data penjualan ritel bulan Juli yang menunjukkan kontraksi belanja konsumen lebih besar dari yang diperkirakan. Ditambah dengan meredanya tekanan inflasi, angka-angka tersebut menurunkan kemungkinan pengetatan tambahan oleh Fed dan membebani imbal hasil Treasury, sehingga dolar menjadi kurang menarik bagi investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi.
Meski terjadi penurunan baru-baru ini, para analis mencatat bahwa ketegangan geopolitik dan permintaan aset safe-haven masih bisa memberikan dukungan bagi dolar. Investor kini secara saksama memantau laporan ekonomi yang akan datang serta komunikasi dari Federal Reserve untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS dan pasar mata uang di masa depan.
#DollarFallsToMayLow Dolar #USD #Forex #FederalReserve #Pasar #Trading #economy