S&P 500 turun 13,23 poin (0,2%) menjadi 7.785,76 pada Jumat, mundur dari rekor tertinggi namun tetap mengamankan kenaikan mingguan ketiganya berturut-turut sebesar 0,4%. Meski menguat secara mingguan, kenaikan pasar dibatasi oleh penurunan 0,6% pada penjualan ritel AS bulan Juli dan meningkatnya harga minyak yang dipicu oleh ketegangan geopolitik.
Nasdaq menambah 0,1% untuk pekan tersebut, sementara Dow turun 0,6%. Sentimen investor masih cenderung optimistis, didukung oleh data inflasi yang melandai yang mengindikasikan kemungkinan jeda suku bunga pada September. Sejak awal tahun, S&P 500 mempertahankan momentum kuat dengan kenaikan sekitar 13,7%.
Sentimen investor ritel pada pertengahan Agustus 2026 cenderung lebih waspada dan skeptis, menunjukkan kesenjangan yang semakin besar antara momentum institusional dan kepercayaan investor ritel.
Meskipun S&P 500 meraih kenaikan mingguan ketiga berturut-turut dan bergerak mendekati level tertinggi sepanjang masa, para trader harian kian gelisah terhadap kondisi ekonomi riil.
#sp500slipsfridaythirdstraightweeklygain
Nasdaq menambah 0,1% untuk pekan tersebut, sementara Dow turun 0,6%. Sentimen investor masih cenderung optimistis, didukung oleh data inflasi yang melandai yang mengindikasikan kemungkinan jeda suku bunga pada September. Sejak awal tahun, S&P 500 mempertahankan momentum kuat dengan kenaikan sekitar 13,7%.
Sentimen investor ritel pada pertengahan Agustus 2026 cenderung lebih waspada dan skeptis, menunjukkan kesenjangan yang semakin besar antara momentum institusional dan kepercayaan investor ritel.
Meskipun S&P 500 meraih kenaikan mingguan ketiga berturut-turut dan bergerak mendekati level tertinggi sepanjang masa, para trader harian kian gelisah terhadap kondisi ekonomi riil.
#sp500slipsfridaythirdstraightweeklygain