Ini adalah evolusi terkini dari internet, yang berfokus pada gagasan jaringan yang terdesentralisasi, terbuka, dan dengan kegunaan yang lebih besar bagi pengguna.

Jika Web 1.0 adalah "membaca", karena menciptakan domain statis yang diperbarui seperti surat kabar dan tidak dapat dinavigasi lebih dari satu layar utama, dan Web 2.0 adalah "membaca dan menulis" (media sosial, konten multimedia, iklan interaktif), Web 3.0 didefinisikan sebagai "membaca, menulis, dan memiliki".

Desentralisasi (Selamat tinggal pada perantara)

Berbeda dengan web saat ini, di mana raksasa seperti Google, Meta, atau Amazon mengendalikan data, dan menggunakannya untuk menawarkan informasi (pemasaran), Web 3.0 berupaya agar informasi didistribusikan di ribuan node.

  • Blockchain: Ini adalah teknologi dasar yang memungkinkan pendaftaran transaksi dan data dengan aman tanpa otoritas pusat.

  • Sovereignty of data: Anda adalah pemilik informasi Anda dan memutuskan siapa yang memiliki akses ke informasi tersebut, alih-alih platform yang memonetisasinya untuk Anda.

    Tokenisasi dan Kepemilikan Digital

Di Web 3.0, nilai bergerak semudah informasi.

  1. Cryptocurrency dan NFT: Mereka bukan hanya untuk spekulasi; mereka mewakili aset, hak suara dalam komunitas, atau kepemilikan atas seni dan konten digital.

  2. Dompet digital (Wallets): Identitas Anda bukanlah email yang dikelola oleh perusahaan, tetapi alamat kriptografis yang Anda bawa ke mana-mana.

Mengapa ini penting bagi Anda? 🤔

Meskipun terdengar teknis, tujuan akhirnya adalah internet yang lebih adil di mana pembuat konten mendapatkan imbalan langsung untuk pekerjaan mereka, pengguna tidak dilacak tanpa izin, dan sistem tahan terhadap sensor.