Teman bilang, “privasi-chain” itu dipakai orang untuk menghindari pajak. Aku jawab: yang kamu bayangkan itu sudah dilarang di Amerika sejak 1982.
Obligasi atas unjuk yang dirampas dalam film *Die Hard* adalah alat keuangan privasi paling ekstrem dalam sejarah—tanpa nama; siapa pun yang memegangnya adalah pemiliknya; saat dialihkan, tidak meninggalkan jejak.
Pada tahun 1982, undang-undang TEFRA mengakhiri instrumen itu di Amerika. Alasannya bukan karena privasi itu bersalah, melainkan masalah yang lebih mendasar: aset yang kepemilikannya tidak bisa dilacak tidak dapat menopang pasar sekuritas yang benar-benar nyata. Tanpa buku daftar (ledger), tidak ada pembagian dividen, tidak ada pemungutan suara pemegang saham, tidak ada pendanaan berbasis jaminan (margin/kolateral), dan tidak ada penyelesaian sengketa.
De Soto pernah menulis dalam *The Mystery of Capital*: aset yang tidak terdaftar secara resmi adalah “dead capital”—mungkin nilainya besar, tapi tidak bisa dipakai untuk melakukan tindakan keuangan apa pun.
RWA sempat teriak dua tahun, tapi kemacetan yang sebenarnya bukanlah teknologi penerbitannya. Yang mentok setelah diterbitkan adalah: siapa yang akan membukukan, dan siapa yang mengakui buku itu.
Kalau sudah paham lapisan ini, arah @Dusk jadi jelas.
Yang dilakukan bukanlah tanpa nama; justru sebaliknya. XSC menuliskan daftar putih (whitelist), batas kepemilikan, dan aturan transfer langsung ke dalam asetnya; Zedger mengelola pendaftaran dan siklus hidup aset berbasis sekuritas; Citadel memakai kredensial ZK untuk identitas—sekali KYC, lalu setelah itu hanya ada keluaran “ya/tidak”.
Mereka mengenkripsi buku daftar, bukan menghapusnya.
Berlawanan dengan privasi bukan “kepatuhan”, melainkan “tanpa catatan”.
Biayanya nyata. Aset atas nama tidak bisa begitu saja dilempar ke AMM seperti ERC-20, sehingga komposibilitasnya secara alami terbatas. Pihak penerbit juga harus memelihara aturan untuk jangka panjang. Rute ini jauh lebih sulit daripada sekadar menerbitkan koin anonim.
Jadi masalah sesungguhnya mungkin ini—untuk aset yang ditautkan ke rantai (on-chain), yang dibutuhkan adalah anonim, ataukah sebuah buku yang tidak terlihat orang lain, tetapi bisa dideteksi oleh otoritas pengawas?
#dusk $DUSK
Obligasi atas unjuk yang dirampas dalam film *Die Hard* adalah alat keuangan privasi paling ekstrem dalam sejarah—tanpa nama; siapa pun yang memegangnya adalah pemiliknya; saat dialihkan, tidak meninggalkan jejak.
Pada tahun 1982, undang-undang TEFRA mengakhiri instrumen itu di Amerika. Alasannya bukan karena privasi itu bersalah, melainkan masalah yang lebih mendasar: aset yang kepemilikannya tidak bisa dilacak tidak dapat menopang pasar sekuritas yang benar-benar nyata. Tanpa buku daftar (ledger), tidak ada pembagian dividen, tidak ada pemungutan suara pemegang saham, tidak ada pendanaan berbasis jaminan (margin/kolateral), dan tidak ada penyelesaian sengketa.
De Soto pernah menulis dalam *The Mystery of Capital*: aset yang tidak terdaftar secara resmi adalah “dead capital”—mungkin nilainya besar, tapi tidak bisa dipakai untuk melakukan tindakan keuangan apa pun.
RWA sempat teriak dua tahun, tapi kemacetan yang sebenarnya bukanlah teknologi penerbitannya. Yang mentok setelah diterbitkan adalah: siapa yang akan membukukan, dan siapa yang mengakui buku itu.
Kalau sudah paham lapisan ini, arah @Dusk jadi jelas.
Yang dilakukan bukanlah tanpa nama; justru sebaliknya. XSC menuliskan daftar putih (whitelist), batas kepemilikan, dan aturan transfer langsung ke dalam asetnya; Zedger mengelola pendaftaran dan siklus hidup aset berbasis sekuritas; Citadel memakai kredensial ZK untuk identitas—sekali KYC, lalu setelah itu hanya ada keluaran “ya/tidak”.
Mereka mengenkripsi buku daftar, bukan menghapusnya.
Berlawanan dengan privasi bukan “kepatuhan”, melainkan “tanpa catatan”.
Biayanya nyata. Aset atas nama tidak bisa begitu saja dilempar ke AMM seperti ERC-20, sehingga komposibilitasnya secara alami terbatas. Pihak penerbit juga harus memelihara aturan untuk jangka panjang. Rute ini jauh lebih sulit daripada sekadar menerbitkan koin anonim.
Jadi masalah sesungguhnya mungkin ini—untuk aset yang ditautkan ke rantai (on-chain), yang dibutuhkan adalah anonim, ataukah sebuah buku yang tidak terlihat orang lain, tetapi bisa dideteksi oleh otoritas pengawas?
#dusk $DUSK
