Sebuah video viral yang menampilkan Rabi Ortodoks berbasis di Yerusalem, Yom Tov Glaser, memicu kontroversi atas komentar yang ia buat tentang masa depan kekuatan-kekuatan besar dunia.

Dalam komentar yang beredar, Glaser mengatakan bahwa negara-negara termasuk Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Inggris, Rusia, China, dan lainnya pada akhirnya akan “dijatuhkan hingga bertekuk lutut.” Ia menambahkan bahwa negara-negara yang terus membantu Israel mungkin mendapat waktu lebih lama sebelum hal itu terjadi, sambil merujuk pada Zohar dan menggambarkan masa depan sebagai saat penghakiman atas perlakuan terhadap orang Yahudi selama 2.000 tahun terakhir.

Glaser adalah seorang rabi Ortodoks kelahiran Amerika dan pendidik keagamaan yang sudah lama, yang terkait dengan Aish HaTorah di Yerusalem.

Komentar tersebut bersifat dramatis, tetapi pengemasan viralnya melampaui bukti. Komentarnya tampak menghadirkan interpretasi keagamaan atau kenabian, bukan strategi resmi pemerintah Israel yang diumumkan, dan sumber tepercaya yang tersedia tidak menetapkan bahwa ia berbicara mewakili Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kontroversi ini menunjukkan betapa cepat komentar keagamaan yang provokatif dapat berubah secara online menjadi klaim tentang kebijakan nasional resmi.

$TRUMP
$BANK
$STRIKE