Setelah penipu di dunia kripto melarikan diri dengan membawa uang, yang paling mereka takutkan apa? Bukan polisi—melainkan sekelompok orang lain. Anda kira para 'bos' yang kabur itu sudah aman di Dubai? Beri tahu Anda: sekarang mereka bahkan tidak bisa tidur di malam hari. Kenapa? Karena ada sekelompok orang yang bahkan lebih mereka takuti daripada polisi. Orang-orang itu disebut pemburu utang lintas negara, pemburu aset di luar negeri—khusus membantu orang yang menjadi korban pemotongan/penipuan untuk mengejar utang mereka sampai ke luar negeri.
Bulan lalu, di Bangkok, saya menyaksikan langsung cara kerja mereka. Setelah melihat semuanya, punggung saya merinding. Pertama, mari kita bahas seberapa besar industri ini. Tahun lalu saja, hanya untuk mencari korban yang mereka tangani untuk menagih utang, ada lebih dari 8000 orang, dengan nilai terkait mencapai lebih dari 300 miliar. Perusahaan-perusahaan penagih utang ini sekarang mulai melakukan industrialisasi. Bahkan ada yang sudah punya kode saham di Nasdaq. Standar biayanya sangat sederhana: uang yang berhasil mereka tarik kembali, mereka ambil 40%. Kalau tidak bisa ditagih, mereka tidak memungut biaya. Begitulah modelnya. Tahun lalu, satu perusahaan besar saja bisa meraup lebih dari 2 miliar.
Kamu tahu yang paling gila itu apa? Sekarang bahkan investor ventura (modal ventura) mulai berinvestasi di industri ini. Tahun lalu, Sequoia Capital berinvestasi pada sebuah perusahaan yang khusus menangani penagihan utang lintas negara, valuasinya 500 juta dolar AS. Bagaimana mereka menemukan bos kabur? Jaringan informasi orang-orang ini lebih menakutkan seribu kali dari yang kamu bayangkan.
Langkah pertama, mereka menyuap calo di Dubai dan Singapura. Para calo yang membantu para bos itu mencuci uang menjual data pelanggan kepada perusahaan penagih utang. Satu paket data pelanggan yang rinci, termasuk nomor paspor, alamat, dan konfigurasi aset pribadi—harga pasar 500 ribu dolar AS.
Langkah kedua, mempekerjakan detektif swasta lokal. Di Dubai ada sebuah biro detektif orang Tionghoa, khusus mengerjakan bisnis seperti ini. Mengikuti dan memfoto sepanjang satu hari biayanya 3000 dolar AS, mengecek rekening bank satu rekening 100 ribu dolar AS. Kalau sudah menemukan lokasi penyimpanan uang, langsung dipatok 1 juta dolar AS.
Langkah ke-3, yang paling sadis: mereka menyuap orang-orang di sekitar bos tersebut—sopir, satpam, bahkan simpanan (selingkuhan). Misalnya, seorang sopir dari bos P2P menjual semua jadwal perjalanannya kepada perusahaan penagih utang, dan hanya dalam sebulan dia bisa mendapat 300 ribu dolar AS. Setelah menemukan orangnya, apa yang mereka lakukan? Inilah hal yang benar-benar membuat para bos kabur takut. Mereka tidak akan langsung bertindak kasar, tapi akan membuatmu hidup seperti tidak ada artinya—penderitaan yang tak tertahankan.
Jurus ke-1: kehancuran lewat media sosial. Mereka akan mengunggah semua foto, video, dan lokasi keberadaanmu di luar negeri ke korban-korban di dalam negeri, lalu mereka mengorganisir keluarga para korban untuk terbang ke Dubai. Setelah itu, mereka memasang spanduk di depan gerbang rumahmu. Bayangkan saja: di depan vila kamu di Dubai, setiap hari ada orang-orang yang memarahimu dalam bahasa Mandarin—kamu masih bisa bersosialisasi?
Jurus ke-2: putuskan jalan pulangmu. Mereka akan menghubungi kantor imigrasi setempat untuk melaporkan masalah visa kamu, menghubungi kantor pajak untuk melaporkan sumber penghasilanmu, lalu menghubungi bank untuk membekukan rekeningmu. Aku mengenal seorang bos kabur—karena dilaporkan, visa tinggal jangka panjang di Dubai dicabut, jadi dia hanya punya satu pilihan: lari ke Turki pada malam yang sama.
Jurus ke-3, yang paling bagus (dan paling kejam). Mereka akan mencari anakmu. Bukan untuk mengancam—tapi untuk pendidikan. Mereka membagikan selebaran di depan sekolah internasional anakmu, memberitahu semua orang bahwa ayah anak itu adalah penipu. Kamu bisa membayangkan anakmu di sekolah jadi dikucilkan?
Kasus ini paling membekas. Tahun lalu, seorang bos investasi swasta (private equity) yang kabur dari Hangzhou membawa dana 300 juta yuan untuk menagih ke perusahaan penagih utang di Singapura. Baru dua bulan, dia sampai ambruk. Bagaimana caranya? Dia lebih dulu menyuap pelatih pribadinya, menguasai rutinitas harian dan jadwalnya. Lalu, di restoran Michelin yang sering dia kunjungi, mereka atur agar korban bertemu dengannya secara kebetulan. Di lapangan golf, mereka pasang rekaman suara penipuan yang dilakukan si bos itu. Saat dia menghadiri acara minum bersama, rekaman video pengaduan dari korban diputar di depan umum. Akhirnya bos itu tidak tahan, lalu secara proaktif menghubungi perusahaan penagih utang untuk bernegosiasi. Dari aset senilai 300 juta, pada akhirnya dibayarkan 211 juta kepada korban, sementara perusahaan penagih utang mengambil 84 juta.
Yang lebih menakutkan, industri ini sekarang mulai meningkat levelnya. Dulu perusahaan penagih utang hanya membantu orang untuk menagih uang. Sekarang mereka mulai menawarkan layanan satu atap (end-to-end). Maksudnya apa? Sejak hari pertama kamu tertipu, mereka sudah ikut campur: membantu menyimpan bukti, membantu melaporkan ke polisi dan mengurus berkas kasus, membantu mencari pengacara untuk berperkara, membantu menghubungi media untuk membongkar kasusmu, sampai akhirnya membantu menagih utang lintas negara. Cara bayarannya juga berubah: dulu 40% dari uang yang berhasil ditagih, sekarang sistem cicilan—bayar DP 100 ribu dulu, begitu orangnya ditemukan bayar 500 ribu, lalu pembagian hasil dari uang yang berhasil ditagih. Ambang masuk bagi para korban diturunkan, volume bisnis langsung naik 10 kali.
Apa yang paling ditakuti oleh para bos kabur? Yaitu ketika perusahaan penagih utang mulai beraliansi. Mereka membuat sebuah basis data, membagikan informasi semua bos kabur. Di Dubai sempat lolos dari Perusahaan A, lalu pindah ke Bangkok—masih ada Perusahaan B yang menunggumu. Kamu ganti identitas ke Turki, dan orang-orang dari Perusahaan C sudah menunggu di bandara. Sekarang sudah ada lebih dari 200 perusahaan seperti ini di seluruh dunia. Jangkauan mereka ada di lebih dari 80 negara. Selama kamu masih ada di bumi, mereka bisa menemukannya.
Tahukah kamu apa yang paling ironis? Para bos yang kabur itu sekarang mulai mempekerjakan satpam. Di Dubai, satu satpam profesional bisa dibayar 30 ribu dolar AS per bulan. Saat mereka kabur, uang yang dibawa—hanya dari biaya perlindungan—selama setahun saja bisa mereka terima sampai puluhan juta. Yang lebih ironis lagi, para bos itu mulai saling berebut (kompetisi) demi keselamatan diri. Untuk melindungi diri, mereka akan secara sukarela melaporkan orang-orang yang juga kabur, berharap perusahaan penagih utang memaafkan mereka. Akibatnya, lingkaran kabur sekarang tidak lagi saling percaya satu sama lain.
Aku kasih tahu lagi sebuah informasi rahasia. Sekarang bisnis terbaru perusahaan penagih utang adalah membantu bos kabur “memutihkan” reputasi (membersihkan nama baik). Maksudnya apa? Dengan membayar biaya 30%, mereka membantu kamu dan korban bernegosiasi, supaya kamu bisa menyelesaikan masalah dengan cara yang “bermartabat”. Para bos itu benar-benar tidak kuat lagi. Lebih baik kehilangan 30% daripada memilih jalan yang tidak aman. Tahun lalu sudah ada 8 bos kabur yang “mendarat dengan aman” lewat cara seperti ini.
Paham belum? Kabur itu bukanlah akhir, melainkan awal dari mimpi buruk yang lain. Para bos yang sedang berlayar pesiar di Dubai, mungkin detik berikutnya sudah jadi sasaran perusahaan penagih utang. Ingat: siapa pun yang berbuat seperti itu, cepat atau lambat harus mengembalikan. Bukan karena tidak lapor, tapi karena waktunya belum tiba. Kalau lain kali kamu melihat ada orang bilang “kabur saja, aman”, kirimkan saja informasi ini ke dia. Langit luas berjaring, tak ada yang lolos. Tidak hanya polisi yang membuat jaring—perusahaan penagih utang ini adalah jaring lain yang membuat para bos kabur tak punya tempat untuk bersembunyi.
