$SNDK Mengapa justru 666? Penjelasan yang sangat penting adalah “metode huruf-angka” pada zaman kuno. Pada saat itu, huruf-huruf dalam tulisan Ibrani, Yunani, dan sebagainya juga memiliki nilai angka. Para peneliti berpendapat bahwa penulis Kitab Wahyu mungkin menyamarkan identitas seseorang dengan mengubah nama orang itu menjadi angka. Salah satu penjelasan yang terkenal adalah nama “Nero Caesar” (Nerō Caesar); jika dihitung menggunakan nilai huruf dalam bahasa Ibrani secara numerik, namanya dapat menghasilkan angka 666. Karena itu, 666 mungkin awalnya merupakan sindiran terhadap kaisar Romawi Nero dan rezimnya yang menganiaya orang-orang Kristen.

Ada pula detail yang menarik: pada beberapa naskah kuno Kitab Wahyu, yang muncul justru 616, bukan 666. Hal ini justru mendukung penjelasan “menghitung angka dari nama”, karena ejaan “Nero Caesar” dalam bahasa yang berbeda bisa menghasilkan hitungan yang berbeda pula—666 atau 616.

Kisah lengkap yang sangat dikenal orang modern tentang “Lucifer (karena kesombongan, memberontak terhadap Allah, memimpin para malaikat jatuh, dan akhirnya menjadi Setan)” sebenarnya adalah hasil penggabungan kemudian dari berbagai teks Alkitab, tradisi Yahudi, dan penafsiran teologi Kristen.