Semua orang mengira inflasi yang lebih lembut berarti aset berisiko bisa bersantai, tetapi nyatanya pasar obligasi tenor 30 tahun baru saja memunculkan peringatan.

Kesalahan yang umum adalah mengejar $BTC atau $ETH pumps karena ekspektasi suku bunga jangka pendek sedang mereda, sambil mengabaikan sinyal “uang jangka panjang”. Itu bisa mengubah peluang masuk yang bagus menjadi karung yang menyakitkan jika likuiditas kembali mengencang.

Ini risikonya dalam 3 bagian: 1) Pemerintah AS baru menjual utang tenor 30 tahun dengan imbal hasil (yield) tertinggi 5,216%, yakni biaya pinjaman jangka panjang paling mahal sejak Agustus 2001. 2) Saat itu, yield 30 tahun sempat menyentuh 5,52%, jadi ini bukan pergerakan kecil. 3) Permintaan tidak ambruk, dengan bid-to-cover sebesar 2,39, tetapi para pembeli tetap meminta imbal hasil yang jauh lebih tinggi.

Anggap saja seperti KPR. Jika “peminjam paling aman” harus membayar lebih mahal untuk meminjam selama 30 tahun, semua orang lain ikut merasakan harga uang yang lebih tinggi itu. Kripto tidak bergerak hanya berdasarkan narasi; $BNB , $BTC , dan $ETH juga bereaksi terhadap likuiditas, yield, dan seberapa besar risiko yang bersedia diambil investor.

Peringatannya sederhana: jangan anggap harapan suku bunga jangka pendek yang lebih rendah sebagai lampu hijau yang pasti ketika yield jangka panjang justru terus naik. Itu seperti mengecek cuaca di luar jendela, tapi mengabaikan awan badai di cakrawala.

Kalau yield jangka panjang tetap setinggi ini, menurutmu kripto akan ke mana?

#CryptoMarkets #Bitcoin #MacroCrypto