Hari ini, saya membaca dokumen yang diumumkan oleh @Dusk công bố, dan baru sadar saya telah salah memahami. Masalahnya ada pada cara dokumen tersebut menjelaskan transaksi yang bersifat penyaringan/penyangga. Dengan demikian, penerima dapat “membuktikan” siapa yang telah membayar. Saya malah memahami “membuktikan” secara lebih luas: transaksi mencapai tingkat verifikasi yang cukup untuk kepatuhan.

Itulah poin pertama yang membuat saya merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Melihat mekanismenya, kemampuan “membuktikan” ternyata lebih sempit daripada yang saya kira. Penerima hanya bisa mengonfirmasi dengan kriptografi/mekanisme sandi bahwa pembayaran tersebut terkait dengan sebuah alamat dompet tertentu. Ini benar dan berguna bagi Travel Rule EU. Namun hal itu tidak memberi tahu siapa yang mengendalikan dompet atau apakah sumber dana tersebut “bersih”. Saya mulai memisahkan dua hal: memverifikasi suatu keterkaitan tidak sama dengan mempercayai suatu pihak. Satu sisi adalah bukti matematis; sisi lainnya adalah penilaian terhadap pihak di baliknya.

Jika dilihat lebih dalam, saya melihat bahwa tiap sisi menangani sebagian. Hedger membuat bukti keterkaitan. Penerima memutuskan saat publikasi. Auditor memverifikasi bukti, tetapi pencocokan dompet dengan identitas atau daftar sanksi terjadi di luar rantai (off-chain). Blockchain berhenti di sana—dan pada saat itulah pertanyaan terpenting muncul.

Yang membuat saya penasaran: siapa yang bertanggung jawab untuk tahap verifikasi terakhir, dan butuh waktu berapa ketika peningkatan dari satu dompet menjadi ribuan dompet?

Saya masih belum menemukan jawaban untuk dugaan di balik frasa “bisa diaudit bila diperlukan”: apakah tahap ini diperluas dengan cara yang sama seperti bagian bukti ZK?

Saya bertanya-tanya: jika otoritas pengawas meminta bukti untuk seluruh daftar dompet, bagaimana prosesnya akan berjalan?#dusk $DUSK $AKE $XPIN
🔐 Cryptographic proof only
86%
👤 No, off-chain
14%
📋 1,000 wallets = scalable?
0%
7 Voting • Voting ditutup