Ada satu hal yang terus saya terkhawatir ketika mempelajari @Dusk l: apakah kepatuhan (compliance) benar-benar harus mengorbankan privasi atau tidak, dan sebagian besar logika desainnya terletak pada cara Citadel 2 memisahkan “bukti bahwa telah dicek” dari “mengungkap manusia di baliknya”.

Alur dimulai ketika License Provider memeriksa pengguna di luar-chain (off-chain) dan menandatangani atribut-atribut yang diperlukan.

Setelah itu, pengguna membuat zero-knowledge proof untuk membuktikan bahwa ia memiliki license yang valid yang sudah ditandatangani dan didaftarkan di-chain; bagian inilah yang menurut saya paling menarik.

Proof berlangsung melalui kriptografi tanpa mengungkap kunci dompet (wallet), atribut, atau detail license tertentu, dan di sinilah pertanyaan tentang privasi benar-benar diuji.

Policy layanan selalu ada di latar belakang, menunggu Service Provider memutuskan provider mana yang dipercaya, atribut mana yang diterima, serta apakah sesi masih berlaku atau tidak.

Pada akhirnya, kontrak hanya mengonfirmasi proof yang valid dan mencatat sebuah sesi publik. Di sisi on-chain, yang tersisa hanyalah bukti bahwa sebuah credential yang valid telah digunakan.

Hal yang belum saya ketahui adalah bagaimana mekanisme ini akan bekerja ketika policy berubah, ketika provider memberikan credential yang salah, atau ketika sesi lama masih berlaku, alih-alih sesuai kondisi ideal.

Pertanyaannya: apakah kriptografi benar-benar menghilangkan kebutuhan untuk mengekspos identitas dari access control, atau hanya memindahkan trust ke pihak yang menerbitkan dan menafsirkan credential.

Saya sedang memantau bagaimana #dusk menangani batas antara cryptographic proof dan service policy ketika regulated finance benar-benar mulai menggunakannya. $DUSK $KII $AKE
#RedditToJoinSP500 #US30YBondAuctionYieldHighestSince2001 #GlobalStocksNearRecordHighs #ProCapFilesBitcoinTreasuryDiscountETF
❤ Privacy or compliance
50%
💕 Selective disclosure
25%
🎄On-chain finance, ready
17%
🌏 Dusk’s edge
8%
12 Voting • Voting ditutup