Perusahaan induk Upbit, Dunamu, baru saja menyerahkan laporan kinerja kuartal kedua: pendapatan sekitar 123 juta dolar AS, laba operasional hanya sekitar 16,63 juta dolar AS, turun tajam sekitar 73% secara kuartal ke kuartal, dan pendapatan juga turun sekitar 26%.

Dibandingkan kuartal pertama, dengan basis pendapatan 166 juta dolar AS dan laba operasional 62,26 juta dolar AS, kuartal kedua bisa dibilang mengalami penurunan "curam". Dunamu mengaitkan penyebabnya dengan penyusutan likuiditas di pasar aset digital global serta melemahnya sentimen investasi.

Beberapa hal yang patut diperhatikan:

1. Fluktuasi profit perusahaan bursa tunggal umumnya sangat berkaitan dengan total volume perdagangan serta seberapa panas/dingin kondisi pasar. Sebagai pemimpin bursa lokal Korea, kinerja Upbit di kuartal kedua juga sulit untuk tidak terdampak.

2. Penurunan laba jauh lebih besar daripada penurunan pendapatan, menunjukkan sisi biaya relatif lebih kaku; posisi di atas titik impas sangat sensitif terhadap volume transaksi.

3. Di pasar Asia, bursa Korea masih memiliki parit pertahanan dari sisi kepatuhan dan arus lokal, namun dalam kondisi pasar beruang/pasar bergejolak elastisitasnya akan jelas diperbesar.

Pasar Korea telah lama menjadi jendela penting untuk memantau sentimen kripto di Asia; data Dunamu pada tingkat tertentu mencerminkan kondisi sebenarnya dari aktivitas di dalam bursa pada kuartal kedua. Jika prospek pada kuartal ketiga membaik, kecepatan pemulihan kinerja Upbit patut terus dipantau.

#Upbit #Dunamu # bursa perdagangan kripto