Menurut Jin10, obligasi pemerintah AS jangka pendek naik setelah penjualan ritel bulan Juli yang lemah semakin meredam ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve pada beberapa bulan mendatang. Imbal hasil surat utang tenor dua tahun sempat turun di bawah 4,10% ke level terendahnya sejak 30 Juni. Kenaikannya terbatas pada obligasi berjangka lebih pendek yang lebih sensitif terhadap perubahan perkiraan kebijakan The Fed, sementara imbal hasil 10 tahun hingga 30 tahun justru bergerak lebih tinggi pada hari tersebut. Analis strategi suku bunga BMO Capital Markets, Ian Lyngen, mengatakan data tersebut merupakan pembaruan yang mengkhawatirkan mengenai kondisi umum konsumen dan akan memberi The Fed alasan untuk menunda kenaikan suku bunga bulan depan. Kontrak suku bunga jangka pendek yang terkait dengan ekspektasi kebijakan The Fed menunjukkan bahwa para pedagang mengurangi taruhan atas kenaikan suku bunga pada pertemuan September dan atas lebih dari satu kenaikan pada pertengahan 2027. Pelonggaran ekspektasi pengetatan The Fed itu dipercepat sepanjang pekan lalu, dimulai dengan data ketenagakerjaan Juli yang lebih lemah dari perkiraan pada 7 Agustus, dan berlanjut pekan ini setelah data harga konsumen dan produsen bulan Juli yang cenderung ringan.
