Data ritel sebagai penutup minggu ini—bisakah menurunkan peluang kenaikan suku bunga bulan September hingga di bawah 30% ke zona aman?

Ini tetap menjadi pertanyaan utama minggu ini: bagaimana menurunkan peluang kenaikan suku bunga bulan September. CPI hari Rabu belum cukup “hawkish” tetapi, ditambah pendinginan inflasi ganda pada PPI hari Kamis, peluang kenaikan suku bunga bulan September turun hingga 30%

Begitu peluang turun di bawah 30%, bahkan di bawah 25%, maka probabilitas kembali ke zona aman. Bayang-bayang kenaikan suku bunga September untuk sementara akan menghilang dari kepala pasar—dan itu kabar baik bagi kita

Namun, untuk saat ini CPI + PPI masih belum cukup. Kuncinya adalah apakah “karya penutup” malam ini tidak mengecewakan. Jadi, nanti saat data dirilis, kita akan menghadapi tiga skenario:

a, hasil terbaik—konsumsi melandai secara moderat, ditambah pendinginan CPI + PPI. Ekonomi AS melemah secara moderat, sehingga makin menekan kenaikan suku bunga September. Ini mendukung aset berisiko dan meningkatkan risk appetite!

Perlu ritel bulanannya berada di -0,1% hingga 0,0%, dengan ritel inti 0,0% hingga 0,1%. Bandingannya: data kelompok pembanding 0,0% hingga 0,02%

b, hasil netral—sesuai ekspektasi dasar, ekonomi soft landing, mendukung saham AS, tetapi tidak cukup mengangkat seluruh aset berisiko. Peluang kenaikan suku bunga September lebih lemah dibanding skenario pertama

Perlu ritel bulanan 0,1% hingga 0,2%, ritel inti 0,2%, dengan data pembanding sekitar 0,3%.

c, hasil terburuk—ritel jelas di atas ekspektasi, kembali memberi alasan bagi The Fed yang lebih agresif (hawkish). Peluang kenaikan suku bunga September justru tidak turun, melainkan naik

Perlu ritel bulanan ≥0,4%, ritel inti ≥0,4%, data pembanding ≥0,5%. Terutama data pembanding mencerminkan momentum konsumsi individu—jika data ini lebih tinggi dari ekspektasi, itu berarti konsumsi pribadi AS tetap kuat

Ada satu faktor paling tidak pasti lagi: jika data ritel terlalu buruk, kekhawatiran stagflasi akan muncul:

Retail nominal ≤ -0,4%, retail inti bulanan ≤ -0,3%, dan data pembanding ≤ -0,3%,

Kombinasi ini akan membuat peluang kenaikan suku bunga bulan September anjlok, tetapi sekaligus memunculkan kekhawatiran stagflasi—yang justru kurang menguntungkan bagi pasar berisiko,

a, hasil pertama—bearish terhadap dolar, imbal hasil pasar obligasi turun, bullish emas, dan bullish aset berisiko secara keseluruhan

b, hasil kedua—bearish terhadap dolar, imbal hasil pasar obligasi turun, bullish emas, bullish saham AS, tetapi kemungkinan terjadi #Bitcoin yang terpisah (tidak sejalan) dengan saham AS

c, hasil ketiga—bullish terhadap dolar, bearish terhadap obligasi (imbalan hasil naik), bearish emas, bearish aset berisiko
#美国30年期国债拍卖收益率创2001年新高