Menurut laporan terbaru pada 14 Agustus 2026 dari (Financial Times) (Financial Times), raksasa Wall Street, JPMorgan Chase, menghentikan kerja sama perbankannya dengan platform pasar prediksi kripto terkenal, Polymarket, karena kekhawatiran terkait regulasi. Namun, di balik “perpisahan” ini tersimpan misteri.

Berikut ini adalah poin-poin inti yang telah dirangkum untuk Anda:

  • Terpaksa “memutus pasokan”: laporan yang mengutip sumber orang dalam menyebutkan bahwa, di tengah kebijakan regulasi yang semakin ketat, JPMorgan Chase telah memberi tahu Polymarket jauh sebelum Oktober 2025 untuk mencari pemberi pinjaman dan mitra perbankan yang baru. Saat ini, Polymarket telah berhasil membuka akun baru di bank lain dengan nama yang tidak diungkapkan.

  • Putus di permukaan, berhubungan secara tersamar? Meski hubungan dasar rekening bank dibatalkan, kedua pihak tidak benar-benar memutuskan segalanya. Polymarket secara tegas menyatakan kepada media bahwa mereka masih menjaga “hubungan yang erat dan aktif” dengan JPMorgan dalam hal operasi lintas entitas, integrasi operasional, serta penanganan arus dana pelanggan.

  • Menyiapkan jalan cadangan untuk IPO skala triliunan: Jelas JPMorgan tidak ingin melepas peluang besar ini. Menurut laporan, jika Polymarket di masa depan meluncurkan penawaran umum perdana (IPO), JPMorgan tetap secara aktif berupaya mendapatkan status sebagai calon penjamin emisi. Lebih dari itu, pada Februari 2026, JPMorgan juga secara khusus mengundang CEO Polymarket Shayne Coplan untuk menghadiri dan memberikan pidato pada pertemuan perbankan pribadi yang digelar di Miami.

  • Badai regulasi bersilangan dengan pendanaan besar: Polymarket masih berjuang menghadapi tantangan regulasi, termasuk menghadapi penyelidikan dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat (CFTC), serta gugatan hukum di New York dan negara bagian Minnesota. Namun di sisi permodalan, platform ini justru sangat diminati. Menurut laporan terbaru dari Bloomberg, Polymarket sedang melakukan pembicaraan tahap awal untuk menggalang sekitar 1 miliar dolar AS pendanaan putaran baru, dengan target valuasi yang melonjak hingga lebih dari 20 miliar dolar AS.

Kesimpulannya: Tindakan JPMorgan lebih mirip “kepatuhan di permukaan” untuk menghadapi tekanan regulasi. Namun dalam pengelolaan dana yang sangat menguntungkan serta bisnis penjamin emisi IPO yang berpotensi terjadi di masa depan, raksasa Wall Street itu tetap memiliki hubungan yang rumit dan tak terputus dengan pasar prediksi kripto yang valuasinya terus meroket tersebut.