Hormuz sebenarnya bukan tentang siapa yang "mengendalikannya".

Pelabuhan-pelabuhan Iran pada dasarnya terkunci sementara para eksportir Teluk terus mengirimkan kapal. Teheran boleh bicara apa pun, tetapi minyak tetap bergerak.

Selat itu tidak dimiliki oleh siapa pun di bawah hukum internasional. Dan jujur saja, produsen-produsen di kawasan Teluk punya jauh lebih banyak kepentingan dibanding Iran jika semuanya dimatikan.

Yang satu-satunya penting: apakah tanker-tanker bergerak atau tidak?

Selebihnya hanyalah kebisingan.