BTC menembus di bawah level psikologis penting 63.000 dolar, mencatat titik terendah di 62.800 dolar. Volume perdagangan spot turun ke level terendah sejak 2019, membuat pasar berada dalam kondisi sangat tenang yang seperti tertekan.

Daya dorong utama di balik penurunan adalah pembeli yang mulai kehabisan tenaga.

Rekt Capital mengeluarkan peringatan inti: momentum pembelian BTC pada bulan Agustus jelas melemah. Garis rata-rata pergerakan sederhana 200 minggu, sebagai penopang jangka panjang yang krusial, mulai goyah. Pada bulan Juli, masih ada tekanan beli yang cukup kuat di sekitar MA 200 minggu. Namun setelah memasuki Agustus, sentimen pasar berubah dari fase rebound menjadi menunggu, sehingga efektivitas dukungan melemah secara signifikan.

Data on-chain ikut menyala dengan lampu merah.

Dikenal sebagai “paus” pemegang aset besar, dalam sepekan terakhir mengurangi kepemilikan. Sementara itu, jumlah BTC yang masuk ke bursa justru meningkat. Arus dana seperti ini biasanya menandakan tekanan jual yang tengah terkumpul. Bahkan satu paus melakukan penambahan posisi short BTC untuk yang keempat kalinya; total ukuran short-nya kini sudah menembus 110 juta dolar.

Kondisi dana ETF juga kembali memburuk.

ETF spot BTC AS kemarin mencatat arus keluar bersih sebesar 131 juta dolar, menandai hari kedua berturut-turut dana keluar dari pasar. ARKB memimpin dengan arus keluar 58,81 juta dolar; sebelumnya tren arus masuk bersih selama lima hari beruntun telah berbalik arah.

Konfrontasi AS-Iran terus meningkat, menekan risk appetite.

Pihak Iran dengan sikap tegas menyatakan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali dan pengelolaannya. Kapal mana pun tidak boleh melintas tanpa izin. Mereka juga mengklaim telah menambah stok rudal dan drone melebihi pemakaian. Eskalasi konflik geopolitik biasanya mendorong aset safe haven sekaligus menekan sentimen pasar.

Dari sisi makro, situasinya juga tidak terlalu menggembirakan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terus naik mendekati level 5%. BTC dan suku bunga riil umumnya bergerak berlawanan arah. Probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada bulan September memang meningkat menjadi 78%, tetapi ekspektasi penurunan suku bunga tak kunjung terwujud, sehingga prospek pelonggaran likuiditas dalam waktu dekat sulit dicapai.

Setelah level 63.000 dolar ditembus, perhatian pasar beralih ke area 60.000 dolar sebagai penopang kunci berikutnya. Sementara 65.000 dolar tetap menjadi level resistensi yang wajib direbut kembali oleh pihak bullish.