Perubahan Struktur Pendapatan Penambang Bitcoin: Porsi Biaya Transaksi Tetap Rendah, Tekanan Muncul Setelah Halving

Berdasarkan data di rantai (on-chain), porsi pendapatan penambang Bitcoin yang berasal dari biaya transaksi dalam jangka panjang bertahan pada kisaran rendah, sementara subsidi blok (block subsidy) masih menjadi komponen utama pendapatan para penambang.

Struktur ini akan semakin terlihat pada siklus halving:

Subsidi blok dipotong dua kali setiap empat tahun, sementara pendapatan biaya bergantung pada kebutuhan transaksi di rantai yang tidak berjalan seiring
Ketika aktivitas on-chain sedang lesu (musim sepi), biaya transaksi tidak dapat menutup celah penurunan subsidi, sehingga ruang laba penambang tertekan
Pada tahap ini, tambang berbiaya tinggi menghadapi pilihan untuk menutup operasi atau menjual kepemilikan untuk menjaga arus kas

Perlu dicatat bahwa total daya komputasi seluruh jaringan (hashrate) dan pendapatan penambang tidak berubah secara sinkron. Hasrate mencerminkan skala perangkat keras yang diinvestasikan sebelumnya, sedangkan pendapatan mencerminkan kondisi pasar pada periode berjalan; terdapat jeda (lag) yang jelas di antara keduanya. Kesenjangan waktu ini biasanya muncul pada beberapa bulan setelah halving.

Secara historis, momen pelepasan tekanan jual (sell pressure) dari para penambang berkonsentrasi memiliki keterkaitan tertentu dengan siklus penagihan/penyelesaian biaya listrik perangkat penambang yang dititipkan (mining machine hosting), bukan sepenuhnya digerakkan oleh harga.

Bagi pengamat data on-chain, besarnya arus keluar bersih (net outflow) dari alamat penambang lebih mampu mencerminkan tekanan aktual pada periode berjalan dibandingkan hashrate seluruh jaringan.

$BTC
#链上数据