Di dunia kripto, fenomena ini sering disebut sebagai pertarungan "Super Whale" atau "Boss Bandarnya Bandar.

Satu entitas raksasa dengan modal tak terbatas (bisa berupa institusi besar, market maker utama, atau dompet pendiri proyek tersebut) sanggup mematahkan analisis puluhan whale biasa yang sedang berkerumun.

Puluhan whale biasa mungkin kompak memasang jaring Short bertingkat untuk menahan harga agar tidak naik (membuat Sell Wall). Namun, jika satu Super Whale masuk membawa peluru instan bernilai puluhan juta dolar dan mengeklik Market Buy, seluruh jaring Short tersebut akan tersapu bersih dalam hitungan detik. Kejadian ini memicu Short Squeeze (likuidasi massal posisi short) yang membuat harga meroket secara vertikal.

Mengendalikan "Order Book" Lewat Likuiditas Semu

Super Whale sering menaruh dinding beli raksasa (Buy Wall) yang sangat tebal di bawah harga pasar saat ini hanya untuk memancing psikologis pasar. Begitu kawanan whale kecil dan ritel mulai ikut-ikutan membeli karena merasa area bawah "aman", si Super Whale bisa membatalkan orderan tersebut (spoofing) lalu berbalik arah menghantam pasar.

Berdasarkan analisis on-chain, saat data bursa menampilkan seolah-olah banyak akun whale terpisah sedang melakukan aksi jual (distribution), sering kali itu hanyalah taktik pecah saldo dari satu Super Whale yang sama. Mereka sengaja memecah dana ke puluhan dompet untuk menyamarkan pergerakan asli mereka sebelum melakukan satu serangan telak yang terkoordinasi.#AVNTUSDT #BinanceSquare