Mengenal seorang cewek pembuat kue rumahan (private baking). Dia mengurus studio kecilnya sendiri, khusus bikin kue custom. Di akun pertemanan, semuanya soal hiasan krim dan piping. Sehari-hari, dia nyaris tidak ada hubungan dengan dunia kripto.
Di awal 2021, dia punya pelanggan tetap yang bekerja di pengembangan blockchain. Orang itu sering memesan kue sebagai oleh-oleh. Suatu kali, pembayaran pelunasan kurang lebih sebesar dua ratus-an. Pihak sana lagi nggak pegang uang cash, jadi bilang kalau bisa diganti dengan token dari proyek baru yang baru dia terima. Dia menambahkan alamat wallet-nya, sambil berkata, "Nanti mungkin ada gunanya". Waktu itu dia sama sekali nggak terlalu memikirkan, bahkan nama jenis koinnya pun tidak sempat dia catat dengan jelas.
Koin itu cuma tergeletak di wallet selama berbulan-bulan tanpa ada yang urus. Menjelang akhir tahun, studio harus perpanjang sewa, dan dia juga ingin ganti mesin oven baru—uang lagi agak mepet. Saat lagi iseng merapikan ponsel, dia menemukan wallet itu lagi. Di dalamnya ada segudang koin yang belum pernah dia lihat sebelumnya, dan di belakangnya ada deretan nol, seolah menerima kupon diskon yang sudah kadaluarsa. Karena malas ribet, dia menghapus alamat itu beserta catatannya, lalu membuat wallet baru, tanpa menganalisis passwordnya pun secara serius.
Baru tahu kisah ini terjadi di tahun 2023. Pelanggan tetap itu datang lagi memesan kue. Saat mengobrol santai, dia sempat menyebut kalau token itu kemudian dimasukkan oleh salah satu perusahaan besar, dan harganya naik beberapa ratus kali lebih dari itu. Dia bengong beberapa detik. Pulang, dia mengutak-atik cadangan ponsel lama sampai berjam-jam—bahkan screenshot alamat awalnya pun tidak ketemu.
Kalau dihitung, uang dua ratusan itu seandainya disimpan sampai sekarang, cukup untuk merenovasi ulang studionya. Dia memang tidak terlalu merasa sedih, menjalani hidup saja seperti biasa. Tapi sejak saat itu, kalau ada orang yang mau mengganti tagihan pakai token, dia akan bertanya dulu, "Ini token apa?" Tidak lagi asal menghapus seenaknya.
Siapa sih yang nggak pernah melakukan beberapa hal bodoh yang baru disesali belakangan, sampai ingin menampar diri sendiri.
#币圈故事 #卖飞
Di awal 2021, dia punya pelanggan tetap yang bekerja di pengembangan blockchain. Orang itu sering memesan kue sebagai oleh-oleh. Suatu kali, pembayaran pelunasan kurang lebih sebesar dua ratus-an. Pihak sana lagi nggak pegang uang cash, jadi bilang kalau bisa diganti dengan token dari proyek baru yang baru dia terima. Dia menambahkan alamat wallet-nya, sambil berkata, "Nanti mungkin ada gunanya". Waktu itu dia sama sekali nggak terlalu memikirkan, bahkan nama jenis koinnya pun tidak sempat dia catat dengan jelas.
Koin itu cuma tergeletak di wallet selama berbulan-bulan tanpa ada yang urus. Menjelang akhir tahun, studio harus perpanjang sewa, dan dia juga ingin ganti mesin oven baru—uang lagi agak mepet. Saat lagi iseng merapikan ponsel, dia menemukan wallet itu lagi. Di dalamnya ada segudang koin yang belum pernah dia lihat sebelumnya, dan di belakangnya ada deretan nol, seolah menerima kupon diskon yang sudah kadaluarsa. Karena malas ribet, dia menghapus alamat itu beserta catatannya, lalu membuat wallet baru, tanpa menganalisis passwordnya pun secara serius.
Baru tahu kisah ini terjadi di tahun 2023. Pelanggan tetap itu datang lagi memesan kue. Saat mengobrol santai, dia sempat menyebut kalau token itu kemudian dimasukkan oleh salah satu perusahaan besar, dan harganya naik beberapa ratus kali lebih dari itu. Dia bengong beberapa detik. Pulang, dia mengutak-atik cadangan ponsel lama sampai berjam-jam—bahkan screenshot alamat awalnya pun tidak ketemu.
Kalau dihitung, uang dua ratusan itu seandainya disimpan sampai sekarang, cukup untuk merenovasi ulang studionya. Dia memang tidak terlalu merasa sedih, menjalani hidup saja seperti biasa. Tapi sejak saat itu, kalau ada orang yang mau mengganti tagihan pakai token, dia akan bertanya dulu, "Ini token apa?" Tidak lagi asal menghapus seenaknya.
Siapa sih yang nggak pernah melakukan beberapa hal bodoh yang baru disesali belakangan, sampai ingin menampar diri sendiri.
#币圈故事 #卖飞
