Saya terus bertanya-tanya apakah privasi di blockchain benar-benar menyelesaikan masalah kemarin, bukan masalah esok. Mengenkripsi transaksi itu penting, tetapi institusi sering kali kehilangan nilai jauh lebih besar melalui keputusan yang terekspos daripada melalui saldo yang terekspos.

Itulah yang membuat saya berhenti sejenak ketika membaca tentang kontrak pintar rahasia milik Dusk Network. Jika logika bisnis dapat tetap privat sementara hasilnya tetap dapat diverifikasi, maka percakapannya bergeser dari "Siapa yang bisa melihat data saya?" menjadi "Siapa yang bisa berkolaborasi dengan aman tanpa mengungkap strategi?" Pertanyaan-pertanyaan itu sangat berbeda.

Tantangan yang lebih sulit mungkin bukan kriptografi sama sekali. Itu adalah tata kelola (governance). Setiap lapisan kerahasiaan tambahan juga mengurangi jumlah yang dapat diperiksa secara independen oleh pihak luar, sehingga muncul asumsi kepercayaan baru mengenai infrastruktur, validator, dan mekanisme kepatuhan (compliance).

Kita sering mengasumsikan bahwa privasi secara otomatis meningkatkan adopsi. Saya tidak yakin. Mungkin justru mendefinisikan ulang institusi mana yang bersedia membangun di atas infrastruktur publik sejak awal.

Uji sebenarnya bukan apakah kontrak pintar rahasia bekerja secara teknis. Melainkan apakah mereka mengubah perilaku institusional dengan cara yang belum kita perhitungkan. #dusk

@Dusk_Foundation $DUSK #DUSK