🚨 Bersejarah: China Internasionalisasi Yuan Berbasis Emas dan Sistem Pembayaran untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah
Untuk pertama kalinya, Bank Rakyat China secara eksplisit menjadikan upaya memperluas peran global RMB sebagai prioritas utama: Lebih banyak penggunaan dalam perdagangan dan investasi, pasar offshore yang lebih kuat, sistem pembayaran lintas batas yang lebih baik, serta memperkokoh Hong Kong sebagai hub kunci dengan brankas emas fisik, layanan kliring, dan infrastruktur perdagangan. Lembaga-lembaga negara juga sangat optimistis terhadap emas.
Pada saat yang sama, CEO JPMorgan Jamie Dimon baru saja memperingatkan bahwa jika dalam 25 tahun mendatang AS tidak lagi menjadi ekonomi dan kekuatan militer terkuat di dunia, dolar akan kehilangan statusnya sebagai mata uang cadangan. Sejarah menunjukkan status cadangan mengikuti kekuatan yang dominan.
Inti dari pernyataan Dimon itu sederhana: pertahankan keunggulannya atau kehilangan privilese itu.
China sedang bergerak di banyak lini untuk menantang dominasi tersebut:
• Membangun infrastruktur berbasis emas dan kredibilitas untuk yuan (brankas, perdagangan, opsi pengiriman fisik) agar mata uang tersebut terasa lebih “didukung aset keras” bagi dunia.
• Memperluas CIPS dan mendorong sistem pembayaran BRICS yang baru (BRICS Pay / Bridge) sebagai alternatif nyata untuk SWIFT, memungkinkan negara-negara menyelesaikan perdagangan dalam mata uang lokal tanpa melalui sistem dolar.
Dan jangan lupakan pengungkit di dunia nyata:
China masih mendominasi rantai pasok bahan tanah jarang (sekitar 70% pertambangan, lebih dari 90% pemrosesan, dan mayoritas besar magnet permanen). Bahan-bahan ini penting untuk EV, turbin angin, sistem pertahanan, elektronik, dan lainnya. Itu memberi Beijing daya tawar yang serius dalam setiap pergeseran dari perdagangan yang berpusat pada dolar.
Tidak ada yang berarti bahwa dolar runtuh besok. Dolar masih menyelesaikan sebagian besar perdagangan global dan memegang mayoritas cadangan.
Namun arah perjalanannya sudah jelas: China secara sistematis membangun infrastruktur (emas, kontrol pembayaran, komoditas) untuk dunia mata uang multipolar, sementara AS diberi tahu oleh salah satu bankir teratasnya sendiri bahwa waktu berjalan jika ia kehilangan keunggulannya.
Begitu China melarang pasar emas kertas ritel, investor Tiongkok beralih ke emas tokenized di blockchain.
$
