Transfer tidak memenuhi persyaratan. Haruskah sistem menangkapnya sebelum atau setelah peristiwa itu terjadi? Itulah satu detail yang menarik perhatian saya tentang senja. Dengan aset yang teregulasi, sebuah transaksi dapat dikenai kondisi seperti kelayakan, batasan, atau pembatasan transfer. Ketika aturan-aturan ini dibangun ke dalam logika smart-contract dan alur kerja, kepatuhan tidak lagi hanya menjadi pemeriksaan yang dilakukan setelahnya. Aturan ini dapat membantu menentukan apakah sebuah transaksi boleh dilanjutkan sejak awal.

Ambil contoh aset yang hanya bisa ditransfer ke peserta yang memenuhi syarat. Jika pengecekan kelayakan dilakukan di dalam alur kerja, transfer yang tidak sesuai dapat ditolak alih-alih diselesaikan terlebih dulu dan kemudian ditangani setelahnya. Ini hanya perubahan kecil pada waktu, tetapi perubahan besar pada cara kerja sistem. Aturannya bergeser lebih dekat ke eksekusi.

Namun, itu tidak berarti setiap regulasi bisa diubah menjadi kode. Tetapi kondisi yang dapat diekspresikan melalui logika tidak selalu harus menunggu tim back office untuk diterapkan. Itulah yang menurut saya menarik dari pendekatan Dusk terhadap kepatuhan yang dapat diprogram. Jadi pertanyaannya bukan hanya, “Apakah transaksi ini mengikuti aturan?” Pertanyaan yang lebih tajam adalah: “Jika tidak mengikuti aturan, mengapa tetap dibiarkan berjalan?”

@Dusk_Foundation $DUSK #dusk $TUT $EDEN