“Publikasi secepat mungkin, iterasi yang cepat” hampir menjadi kredo di kalangan startup, namun Stripe justru membutuhkan hampir dua tahun kode sebelum akhirnya dipublikasikan.

Klip pilihan AI on Air ini diambil dari program terbaru di kolom Y Combinator. Di sana, Patrick Collison, salah satu pendiri Stripe, menjelaskan mengapa pada waktu itu mereka justru mengambil langkah yang berbeda.

▷ Alasannya lambat: produk pembayaran menyangkut keamanan, mitra, arus dana, infrastruktur lapisan bawah, dan stabilitas. Jika prasyarat-prasyarat ini belum tersiapkan, tidak mungkin menyediakan produk self-service yang benar-benar bisa dipakai.

▷ Namun tetap berangkat dari realitas: sekitar dua bulan setelah menulis baris kode pertama, mereka sudah mendapatkan pengguna produksi pertama yang nyata, Ross Boucher (Twilio North). Fitur awalnya hanya bisa memproses satu kartu. Saat pihak lain secara bertahap mengajukan pertanyaan seperti “bagaimana melihat semua potongan”, “cara melakukan refund”, “kapan uangnya masuk”, mereka pun menambahkan fungsi satu per satu sesuai kebutuhan yang benar-benar terjadi.

▷ Kondisinya: jumlah pelanggan pada tahap pengujian pribadi terus bertambah tiap bulan, dan setiap minggu selalu ada masukan dari pengguna sungguhan. Kesimpulannya, selama ada jangkar realitas yang berkelanjutan seperti itu, tidak terburu-buru untuk mempublikasikan adalah hal yang masuk akal.🪁