Semakin saya melihat DuskEVM, semakin saya berpikir bagian yang menarik bukan sekadar bahwa Dusk kini mendukung EVM.
Yang menarik adalah para pengembang tidak perlu membuang alur kerja yang sudah mereka kenal.
Jika Anda membangun dengan Solidity, Foundry, Hardhat, viem, ethers, atau dompet EVM yang sudah familiar, DuskEVM dirancang untuk menghadirkan pengalaman itu ke ekosistem Dusk.
Namun arsitektur yang ada di baliknya yang benar-benar menarik perhatian saya.
DuskEVM menangani eksekusi yang kompatibel dengan Ethereum, sementara DuskDS menyediakan lapisan konsensus, settlement, dan data-availability yang mendasarinya.
DUSK digunakan untuk eksekusi, dan ia dapat berpindah antara Dusk L1 dan DuskEVM melalui bridge.
Jalur transaksi juga menarik untuk dipahami.
Sebuah transaksi mencapai sequencer DuskEVM, kemudian dimasukkan ke dalam blok L2, dan batcher memublikasikan data transaksi ke DuskDS. Komitmen state dan fault proof kemudian menghubungkan state hasilnya kembali ke DuskDS untuk settlement.
Perbedaan itu penting.
Memasukkan transaksi tidak otomatis sama dengan settlement final.
Saya juga suka bahwa Dusk tidak memaksa setiap pengembang masuk ke satu lingkungan saja.
Pengembang EVM bisa menggunakan DuskEVM dan tooling yang sudah ada, sementara pengembang yang membuat kontrak Rust/WASM langsung untuk Dusk L1 dapat terus menggunakan DuskVM.
Jadi kesimpulan saya cukup sederhana:
DuskEVM tidak menarik hanya karena ia menghadirkan kompatibilitas EVM ke Dusk.
Ia menarik karena memberi pengembang lingkungan eksekusi yang familiar, sekaligus menghubungkan lingkungan tersebut ke arsitektur settlement dan data availability milik Dusk.
Rasanya ini cerita yang jauh lebih besar daripada sekadar mengatakan, “Dusk sudah punya EVM sekarang.”
@Dusk_Foundation
#dusk $DUSK
$EDEN $AKE
Yang menarik adalah para pengembang tidak perlu membuang alur kerja yang sudah mereka kenal.
Jika Anda membangun dengan Solidity, Foundry, Hardhat, viem, ethers, atau dompet EVM yang sudah familiar, DuskEVM dirancang untuk menghadirkan pengalaman itu ke ekosistem Dusk.
Namun arsitektur yang ada di baliknya yang benar-benar menarik perhatian saya.
DuskEVM menangani eksekusi yang kompatibel dengan Ethereum, sementara DuskDS menyediakan lapisan konsensus, settlement, dan data-availability yang mendasarinya.
DUSK digunakan untuk eksekusi, dan ia dapat berpindah antara Dusk L1 dan DuskEVM melalui bridge.
Jalur transaksi juga menarik untuk dipahami.
Sebuah transaksi mencapai sequencer DuskEVM, kemudian dimasukkan ke dalam blok L2, dan batcher memublikasikan data transaksi ke DuskDS. Komitmen state dan fault proof kemudian menghubungkan state hasilnya kembali ke DuskDS untuk settlement.
Perbedaan itu penting.
Memasukkan transaksi tidak otomatis sama dengan settlement final.
Saya juga suka bahwa Dusk tidak memaksa setiap pengembang masuk ke satu lingkungan saja.
Pengembang EVM bisa menggunakan DuskEVM dan tooling yang sudah ada, sementara pengembang yang membuat kontrak Rust/WASM langsung untuk Dusk L1 dapat terus menggunakan DuskVM.
Jadi kesimpulan saya cukup sederhana:
DuskEVM tidak menarik hanya karena ia menghadirkan kompatibilitas EVM ke Dusk.
Ia menarik karena memberi pengembang lingkungan eksekusi yang familiar, sekaligus menghubungkan lingkungan tersebut ke arsitektur settlement dan data availability milik Dusk.
Rasanya ini cerita yang jauh lebih besar daripada sekadar mengatakan, “Dusk sudah punya EVM sekarang.”
@Dusk_Foundation
#dusk $DUSK
$EDEN $AKE