S&P 500 menyentuh rekor tertinggi selama sesi Kamis ketika harga minyak turun dan para trader menyerap data inflasi tambahan, menurut Sina Finance. Dow naik 69,71 poin, atau 0,13%, menjadi 53.839,98; S&P 500 naik 50,49 poin, atau 0,65%, menjadi 7.798,99; dan Nasdaq melonjak 214,53 poin, atau 0,81%, menjadi 26.803,02.
Berjangka minyak mentah Brent turun lebih dari 2% untuk ditutup pada $87,07 per barel, sementara berjangka West Texas Intermediate juga jatuh lebih dari 2% untuk ditutup di $81,25 per barel, karena para trader menimbang permintaan minyak yang lebih lemah sementara konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus berlanjut.
Wall Street menerima lagi pembacaan inflasi AS pada hari Kamis, dengan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/ PPI) bulan Juli yang mengukur harga yang dibayar pedagang besar untuk bahan baku dan barang setengah jadi, datar dari bulan ke bulan. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan kenaikan 0,2%. Dengan mengecualikan harga pangan dan energi yang volatil, PPI inti naik 0,2%, sedikit di bawah perkiraan kenaikan 0,3% oleh para ekonom. Laporan PPI yang lebih lemah dari perkiraan ini muncul sehari setelah data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/ CPI) memenuhi ekspektasi.
CPI bulan Juli naik 0,1% dari bulan ke bulan, sesuai perkiraan. Laporan yang relatif ringan tersebut mengangkat S&P 500, yang ditutup lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam tiga sesi perdagangan. Setelah laporan itu dirilis, para trader menurunkan ekspektasi mereka terkait kenaikan suku bunga pada September.
"Gambaran inflasi saat ini belum cukup untuk menggagalkan pasar yang sejauh ini masih didorong oleh pendapatan," kata Bill Merz, kepala riset riset pasar modal di unit manajemen aset Bank of America.
“Masih perlu dilihat bagaimana The Fed di bawah Ketua baru [Kevin] Warsh akan menafsirkan angka-angka ini dan apa yang akan mereka lakukan karenanya, jika ada, dan itulah yang masih menjadi ketidakpastian yang sedang dicerna pasar,” ujar dia kepada CNBC. “Namun untuk saat ini, adanya pelonggaran bertahap pada angka CPI dan PPI, itu bersifat konstruktif.”
Cisco Systems menjadi beban besar pada hari itu, dengan sahamnya turun lebih dari 8% setelah laporan hasil kuartal terbarunya gagal menarik perhatian investor. Cerebras dan Coherent juga ikut turun setelah melaporkan kinerja, dengan yang pertama anjlok hampir 12% dan yang kedua merosot sekitar 8%.

