Mengapa saya sangat jarang melakukan short?
1. Dalam sistem trading saya, selain robot yang melakukan short pada saat arbitrase otomatis di rentang bawah-atas, atau ketika perlu melakukan lindung nilai (hedging) terhadap risiko penurunan yang setara dengan posisi spot
Saya pribadi juga jarang melakukan short secara aktif pada saham-saham unggulan seperti saham AS, big BTC (big cake), dan aset “blue chip” lainnya
Kenapa demikian?
Pertama, logika di balik pasar saham AS yang jarang untuk short adalah:
Mekanisme di balik Nasdaq pada dasarnya berbeda dengan mekanisme di A-share (pasar China kita)
AS adalah negara yang penduduknya rata-rata banyak bermain saham. Sistem dolar di balik layar mereka—dolar pada dasarnya dipastikan akan terus mengalami pencetakan berlebih dalam jangka panjang.
Sederhananya, mereka dalam jangka panjang akan terus mencetak uang
Dolar yang mengalami pencetakan berlebih dalam jangka panjang itu 💵 akan kembali mengalir ke saham AS
Saham AS pun membentuk siklus kenaikan jangka panjang ♻️
Jadi, mungkin ada waktu untuk penurunan dalam jangka pendek
Tapi waktu itu sering kali membuat reaksinya bagi kita menjadi sangat singkat
Maka dari sisi probabilitas, risiko melakukan short lebih besar daripada risiko untuk buy (long)
2. Short paling tinggi cuma meraih 99%, sedangkan long tidak ada batas atas
Banyak orang sering bilang misalnya turun 10x dan semacamnya
Tapi sebenarnya, penurunan 99% artinya pada dasarnya sudah mendekati nol
Jadi jika turun lagi pun sudah tidak ada artinya
Dan pada posisi yang sama, misalnya sama-sama menambah leverage 2x. Dalam kondisi short, hasil maksimalnya 100×2=200,
Namun jika long, ia bisa naik 2x, 200×2=400
Jadi, pada intinya, tren kenaikanlah yang mampu menciptakan “mukjizat”
Short atau melakukan trading pada selisih harga (mid) hanya bisa dianggap sebagai peluang kecil yang bersifat sementara
(Hanya pandangan pribadi, untuk referensi saja)
1. Dalam sistem trading saya, selain robot yang melakukan short pada saat arbitrase otomatis di rentang bawah-atas, atau ketika perlu melakukan lindung nilai (hedging) terhadap risiko penurunan yang setara dengan posisi spot
Saya pribadi juga jarang melakukan short secara aktif pada saham-saham unggulan seperti saham AS, big BTC (big cake), dan aset “blue chip” lainnya
Kenapa demikian?
Pertama, logika di balik pasar saham AS yang jarang untuk short adalah:
Mekanisme di balik Nasdaq pada dasarnya berbeda dengan mekanisme di A-share (pasar China kita)
AS adalah negara yang penduduknya rata-rata banyak bermain saham. Sistem dolar di balik layar mereka—dolar pada dasarnya dipastikan akan terus mengalami pencetakan berlebih dalam jangka panjang.
Sederhananya, mereka dalam jangka panjang akan terus mencetak uang
Dolar yang mengalami pencetakan berlebih dalam jangka panjang itu 💵 akan kembali mengalir ke saham AS
Saham AS pun membentuk siklus kenaikan jangka panjang ♻️
Jadi, mungkin ada waktu untuk penurunan dalam jangka pendek
Tapi waktu itu sering kali membuat reaksinya bagi kita menjadi sangat singkat
Maka dari sisi probabilitas, risiko melakukan short lebih besar daripada risiko untuk buy (long)
2. Short paling tinggi cuma meraih 99%, sedangkan long tidak ada batas atas
Banyak orang sering bilang misalnya turun 10x dan semacamnya
Tapi sebenarnya, penurunan 99% artinya pada dasarnya sudah mendekati nol
Jadi jika turun lagi pun sudah tidak ada artinya
Dan pada posisi yang sama, misalnya sama-sama menambah leverage 2x. Dalam kondisi short, hasil maksimalnya 100×2=200,
Namun jika long, ia bisa naik 2x, 200×2=400
Jadi, pada intinya, tren kenaikanlah yang mampu menciptakan “mukjizat”
Short atau melakukan trading pada selisih harga (mid) hanya bisa dianggap sebagai peluang kecil yang bersifat sementara
(Hanya pandangan pribadi, untuk referensi saja)