Trader ritel Korea baru saja disapu habis.
Utang margin di Korea Selatan telah anjlok menjadi $19 miliar — level terendah sejak awal 2020. Dalam beberapa minggu saja, pembiayaan margin yang beredar turun $6 miliar, atau 27%.
Ini kapitulasi secara real-time. Saat margin call berantai seperti ini, bukan sekadar koreksi — ini adalah likuidasi paksa dalam skala besar. Ritel terlanjur terlalu berleveraj dengan mengejar momentum, dan sekarang mereka disingkirkan.
Secara historis, pencucian margin seperti ini sering menjadi pertanda titik terendah dalam waktu dekat. Bukan karena rasa sakitnya sudah selesai, tetapi karena para penjual paksa sudah berhenti menjual. Pertanyaannya sekarang: siapa yang masuk untuk membeli apa yang baru saja dibuang oleh ritel itu?
Utang margin di Korea Selatan telah anjlok menjadi $19 miliar — level terendah sejak awal 2020. Dalam beberapa minggu saja, pembiayaan margin yang beredar turun $6 miliar, atau 27%.
Ini kapitulasi secara real-time. Saat margin call berantai seperti ini, bukan sekadar koreksi — ini adalah likuidasi paksa dalam skala besar. Ritel terlanjur terlalu berleveraj dengan mengejar momentum, dan sekarang mereka disingkirkan.
Secara historis, pencucian margin seperti ini sering menjadi pertanda titik terendah dalam waktu dekat. Bukan karena rasa sakitnya sudah selesai, tetapi karena para penjual paksa sudah berhenti menjual. Pertanyaannya sekarang: siapa yang masuk untuk membeli apa yang baru saja dibuang oleh ritel itu?