1. Perspektif Pasar: Prediksi Penilaian yang Bisa Berlipat Dua
Bitwise Chief Investment Officer Matt Hougan menyatakan bahwa valuasi kripto di luar Bitcoin setidaknya bisa berlipat dua dalam 12 hingga 24 bulan ke depan.
Alasannya: Protokol kripto bergerak menuju model arus kas tradisional. Proyek menggunakan pendapatan dari biaya (fee) mereka untuk membeli kembali dan membakar token native mereka.
Contoh Utama:
Hyperliquid: Menggunakan $141M dari pendapatan Q2-nya sebesar $169M untuk membeli kembali tokennya.
Aave & Uniswap: Menerapkan mekanisme protokol yang mengalirkan pendapatan secara langsung ke pembelian kembali token (buyback) atau pembakaran (burn).
Dampak Pasar: Karena investor belum sepenuhnya memasukkan model penangkapan pendapatan ini ke dalam harga, banyak altcoin dan token DeFi masih dinilai terlalu rendah dibandingkan metrik keuangan tradisional.
2. Konteks Regional/Regulasi: Valuasi di Dubai (UEA)
Jika "dubil" merujuk ke Dubai, valuasi aset digital menjadi fokus utama bagi investor institusional, dana, dan bisnis yang beroperasi di UEA.
Regulator: Valuasi aset digital di Dubai mengikuti kerangka kerja ketat yang diawasi oleh VARA (Virtual Assets Regulatory Authority) dan DFSA (Dubai Financial Services Authority).
Standar Kepatuhan: Valuasi formal harus mematuhi standar IFRS 13 (Fair Value Measurement) serta aturan Corporate Tax UEA.
Metodologi yang Digunakan:
Volume-Weighted Average Price (VWAP): Diterapkan untuk aset yang likuid (misalnya BTC, ETH).
Diskon Token Cash Flow: Digunakan untuk token yang memberi imbal hasil atau berbagi pendapatan.
Transaksi Pendahulu / Kelipatan (Multiples): Digunakan untuk menilai bisnis kripto dan Virtual Asset Service Providers (VASPs) selama M&A.
Bitwise Chief Investment Officer Matt Hougan menyatakan bahwa valuasi kripto di luar Bitcoin setidaknya bisa berlipat dua dalam 12 hingga 24 bulan ke depan.
Alasannya: Protokol kripto bergerak menuju model arus kas tradisional. Proyek menggunakan pendapatan dari biaya (fee) mereka untuk membeli kembali dan membakar token native mereka.
Contoh Utama:
Hyperliquid: Menggunakan $141M dari pendapatan Q2-nya sebesar $169M untuk membeli kembali tokennya.
Aave & Uniswap: Menerapkan mekanisme protokol yang mengalirkan pendapatan secara langsung ke pembelian kembali token (buyback) atau pembakaran (burn).
Dampak Pasar: Karena investor belum sepenuhnya memasukkan model penangkapan pendapatan ini ke dalam harga, banyak altcoin dan token DeFi masih dinilai terlalu rendah dibandingkan metrik keuangan tradisional.
2. Konteks Regional/Regulasi: Valuasi di Dubai (UEA)
Jika "dubil" merujuk ke Dubai, valuasi aset digital menjadi fokus utama bagi investor institusional, dana, dan bisnis yang beroperasi di UEA.
Regulator: Valuasi aset digital di Dubai mengikuti kerangka kerja ketat yang diawasi oleh VARA (Virtual Assets Regulatory Authority) dan DFSA (Dubai Financial Services Authority).
Standar Kepatuhan: Valuasi formal harus mematuhi standar IFRS 13 (Fair Value Measurement) serta aturan Corporate Tax UEA.
Metodologi yang Digunakan:
Volume-Weighted Average Price (VWAP): Diterapkan untuk aset yang likuid (misalnya BTC, ETH).
Diskon Token Cash Flow: Digunakan untuk token yang memberi imbal hasil atau berbagi pendapatan.
Transaksi Pendahulu / Kelipatan (Multiples): Digunakan untuk menilai bisnis kripto dan Virtual Asset Service Providers (VASPs) selama M&A.