Direktorat Manajemen Investasi (Division of Investment Management) SEC telah memberi lampu hijau regulatif kepada Franklin Templeton yang dapat mempercepat adopsi institusional terhadap produk pengelolaan kas yang tokenized. Apa yang terjadi — SEC mengeluarkan surat no-action yang menyatakan bahwa pihaknya tidak akan merekomendasikan penegakan hukum berdasarkan Bagian 17(f) dan Aturan 17f-2 dari Investment Company Act of 1940 jika reksa dana terdaftar dan ETF milik Franklin memegang saham OnChain U.S. Government Money Fund (ticker FOBXX) miliknya melalui skema kustodi tertentu. Surat tersebut dipublikasikan pada Rabu. Mengapa penting — Kelonggaran ini memungkinkan reksa dana tradisional Franklin memperoleh eksposur langsung ke FOBXX (direpresentasikan on-chain sebagai BENJI) tanpa memenuhi beberapa aturan kustodi yang dirancang untuk sekuritas fisik dan sertifikat kertas. - Analis ETF Bloomberg, James Seyffart, merangkum dampaknya: keputusan ini “membuka pintu” bagi reksa dana terdaftar Franklin untuk memegang reksa dana tokenized tersebut meskipun skemanya secara teknis tidak memenuhi aturan kustodi dalam Investment Company Act tahun 1940. Bagaimana model kustodi Franklin bekerja — - Franklin Templeton Investor Services akan membuat wallet blockchain untuk reksa dana terdaftar yang berinvestasi di FOBXX dan mempertahankan kendali atas private keys. - Perusahaan transfer agent afiliasi akan tetap menjadi pencatat resmi dan mempertahankan kendali administratif, termasuk kemampuan untuk memperbaiki kesalahan terkait blockchain dan memulihkan catatan bila diperlukan. - Dana menggunakan model pencatatan terintegrasi: catatan buku internal beroperasi berdampingan dengan catatan transaksi di Stellar (dan blockchain lain), sementara transfer agent memelihara file pemegang saham resmi. - SEC menyatakan struktur ini cukup mirip dengan pengaturan kustodi book-entry yang telah disetujui sebelumnya dan menjadikan surat no-action tahun 1992 sebagai preseden. Implikasi praktis — - Reksa dana Franklin yang terdaftar kini dapat menggunakan FOBXX sebagai alat pengelolaan kas sambil mempertahankan kontrol tradisional dari transfer agent. - Surat no-action ini menyangkut reksa dana terdaftar yang berinvestasi langsung pada FOBXX dalam kerangka kustodi Investment Company Act — berbeda dari integrasi Franklin sebelumnya yang menempatkan BENJI untuk bekerja dalam konteks perdagangan dan kolateral. Konteks dan peluncuran lebih luas — - FOBXX diluncurkan di Stellar pada 2021 dan direpresentasikan oleh token BENJI; portofolionya terkonsentrasi pada surat utang pemerintah AS dan perjanjian repo serta menargetkan stable NAV sebesar $1. - Franklin telah memperluas dukungan blockchain ke banyak jaringan (Aptos, Ethereum, Avalanche, Arbitrum, Base, Polygon, dan menambahkan Solana pada Februari 2025). Pada penerapan Solana, setidaknya 99,5% aset dana berada pada surat utang pemerintah AS, kas, dan repo. - AUM: data RWA.xyz yang dikutip dalam sumber menunjukkan sekitar $726 juta aset kelolaan untuk FOBXX, dengan sebagian besar tercatat di Stellar. - Integrasi produk dan mitra hingga saat ini: - April 2024: transfer BENJI peer-to-peer dimungkinkan di Stellar dan Polygon (saat itu dana memiliki sekitar $380 juta). - Februari: program kolateral di luar bursa dengan Binance yang memungkinkan institusi mengagunkan saham money market tokenized sebagai kolateral tanpa memindahkan aset dasar ke bursa. - Mei: integrasi dengan Payward (induk Kraken) untuk menggunakan dana bagi kolateral dan pengelolaan kas serta menjajaki tokenized stocks. - Juni: ditambahkan ke MoonPay Trade untuk memungkinkan klien institusional menukar stablecoin (USDC/USDT) menjadi BENJI melalui eksekusi on-chain. - Ekspansi strategis: Pada Juni, Franklin menutup akuisisi manajer kripto 250 Digital, membentuk Franklin Crypto dan memasukkan tim tersebut ke upaya aset digitalnya. Data RWA.xyz menempatkan total aset tokenized Franklin di lebih dari $2,5 miliar (naik dari sekitar $768 juta setahun sebelumnya). Intinya Surat no-action dari SEC ini merupakan pengakuan regulatif yang pragmatis bahwa kerangka kustodi dapat diadaptasi untuk dana yang tokenized ketika kontrol kustodi tradisional (kustodi kunci wallet dan transfer agent yang berwenang) tetap dipertahankan. Bagi Franklin, ini membuka jalur bagi reksa dana dan ETF konvensionalnya untuk menggunakan BENJI/FOBXX sebagai opsi pengelolaan kas on-chain yang teregulasi — langkah penting bagi penggunaan institusional yang lebih luas atas sekuritas tokenized. Baca berita AI lainnya di: undefined/news
