Pengadilan Distrik Seoul Selatan di Korea Selatan telah menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada pendiri sekaligus CEO Delio, Jeong Sang-ho, setelah dinyatakan bersalah karena menipu para pelanggan senilai sekitar 70 miliar won (sekitar $49,2 juta) dalam aset kripto. Putusan pengadilan, dakwaan, dan vonis — Jeong dinyatakan bersalah atas beberapa dakwaan, termasuk penipuan, penggelapan, serta penggunaan dokumen palsu dalam pendaftaran Delio sebagai penyedia layanan aset virtual. Hakim menggambarkan perbuatannya sebagai “sangat serius,” dengan menyebut jumlah korban, skala kerugian, dan metode yang digunakan. Pengadilan juga mencatat bahwa Jeong tidak memperoleh permintaan maaf/kelonggaran dari para pelanggan yang mengalami kerugian besar. — Jaksa penuntut meminta hukuman 20 tahun. Pengadilan memerintahkan Jeong ditahan setelah putusan, dengan alasan kekhawatiran risiko melarikan diri (flight-risk). — Yang penting, pengadilan membebaskan Jeong dari dakwaan besar terkait tuduhan bahwa sekitar 250 miliar won (~$175,6 juta) disalahgunakan dari kira-kira 2.800 pelanggan antara Agustus 2021 hingga Juni 2023. Dakwaan yang lebih besar itu gugur setelah seorang hakim mengecualikan bukti yang diperoleh dari operator server selama penggeledahan dan penyitaan, dengan menyimpulkan bahwa bukti tersebut dikumpulkan secara ilegal. Latar belakang: Delio, pembekuan, dan tuduhan — Delio, yang didirikan pada 2018, memasarkan produk kripto deposito berbasis imbal hasil kepada pengguna Korea Selatan, dengan mengiklankan imbal hasil hingga 10,7% APR untuk aset termasuk Bitcoin, Ether, dan USDT. — Pada Juni 2023, platform tersebut menghentikan penarikan dana pelanggan, awalnya menyalahkan volatilitas pasar dan mengatakan jeda itu dimaksudkan untuk melindungi pelanggan sambil mereka menilai situasi. Pembekuan itu membuat banyak pengguna tidak bisa mengakses dana dan memicu penyelidikan serta gugatan hukum. — Jaksa mengaitkan dugaan pelanggaran dengan produk deposito Delio dan pembekuan penarikan, dengan mengatakan bahwa operasi perusahaan dari Agustus 2021 hingga Juni 2023 melibatkan promosi yang menipu dan salah kelola. Dampak lanjutan yang lebih luas dan keterkaitan dengan platform lain yang ambruk — Runtuhnya Delio terjadi bersamaan dengan masalah di Haru Invest, platform imbal hasil kripto lain asal Korea Selatan yang menghentikan setoran dan penarikan pada Juni 2023. Otoritas meneliti kedua perusahaan tersebut dan pelanggan menempuh langkah hukum untuk memulihkan dana yang terjebak. — Jaksa menghubungkan masalah penarikan Delio dengan gangguan di Haru Invest dan entitas terkait, B&S Holdings. Seorang pria dengan nama belakang Bang, pemegang saham mayoritas di B&S, diidentifikasi sebagai figur kunci dalam jaringan hubungan keuangan. — Haru menghadapi tuduhan berskala besar pula. Jaksa telah mengatakan para eksekutif menyesatkan pelanggan dan melakukan penggelapan dalam jumlah besar aset kripto—adakalanya dengan menyebut keterpaparan dan kerugian yang terkait dengan runtuhnya FTX. Haru melaporkan kerugian sekitar 350 miliar won (~$236 juta) akibat keterpaparan FTX dan kemudian dikaitkan dengan perkiraan kerugian investor dalam kisaran 1,1–1,4 triliun won dalam berbagai penyelidikan. — CEO Haru, Hugo Hyungsoo Lee, ditangkap sebagai bagian dari proses terkait; persidangannya menjadi ricuh pada Agustus 2024 ketika seorang korban yang diduga menilainya menikamnya di pengadilan. Haru dinyatakan pailit oleh Pengadilan Rehabilitasi Seoul pada November 2024. Dampak korporat dan garis waktu hukum — Delio menghentikan penarikan pada Juni 2023 dan dinyatakan pailit pada November 2024. Jeong didakwa pada April 2025 ketika jaksa mengejar tuntutan pidana yang berasal dari operasi perusahaan. — Haru juga masuk pailit pada akhir 2024 setelah kreditur dan pengadilan bergerak untuk memulihkan aset yang terkait dengan kerugian luas investor. Implikasi Putusan Delio—dan keputusan pembuktian yang lebih sempit yang menggugurkan tuduhan pencurian terbesar—menyoroti bagaimana pengumpulan bukti dan keterkaitan antarperusahaan dapat membentuk hasil perkara pidana dalam kasus keruntuhan kripto berprofil tinggi. Hukuman penjara dan kepailitan platform imbal hasil seperti Delio dan Haru menegaskan risiko regulasi, risiko hukum, dan risiko pihak lawan yang kemudian menjadi ciri gelombang kegagalan platform kripto imbal hasil Korea sejak pertengahan 2023, serta menegaskan kembali bahwa otoritas bersedia mengejar sanksi berat ketika penipuan dan salah kelola dituduhkan. Baca berita AI lainnya di: undefined/news