Kalau hanya melihat angka laporan keuangan, seharusnya Cisco kali ini naik. Pendapatan Q4 sebesar 17,25 miliar dolar AS, naik 17,6% year-on-year; EPS yang disesuaikan 1,22 dolar AS, lebih tinggi dari perkiraan pasar. Yang lebih mencengangkan adalah pesanan infrastruktur AI: pada Q4 mencapai 4 miliar dolar AS, dan secara akumulatif sepanjang tahun sudah mencapai 9,3 miliar dolar AS. Dengan kata lain, pusat data AI bukan tidak mengeluarkan uang—mereka justru sedang gila-gilaan membeli peralatan jaringan.
Akibatnya, hari ini pasar langsung menghantam Cisco hingga mendekati 9%. Masalahnya bukan “permintaan AI tidak bagus”, melainkan angka yang lebih nyata: margin laba kotor. Margin laba kotor Cisco yang disesuaikan pada Q4 sekitar 66,3%, sementara pada periode yang sama tahun lalu masih 68,4%; untuk kuartal depan, panduan margin laba kotor yang diberikan perusahaan hanya 65%—66%, yang juga sedikit di bawah ekspektasi pasar.
Mengapa pesanan AI yang makin banyak justru berpotensi menekan margin laba? Karena saat ini Cisco menjual banyak switch, router, dan perangkat keras jaringan pusat data. Semakin gila perluasan ruang server untuk AI, semakin tinggi porsi pendapatan dari perangkat keras, sementara biaya komponen seperti memori juga ikut naik. Pendapatan memang terus membesar, tetapi proporsi laba yang benar-benar tersisa untuk setiap 1 dolar pendapatan justru bisa menjadi lebih kecil.
Inilah perubahan yang sedang terjadi pada tren AI saat ini. Dulu pasar menanyakan: “Ada pesanan AI atau tidak?” Sekarang pesanan sebesar 9,3 miliar dolar AS sudah membuktikan bahwa permintaannya cukup kuat, sehingga pasar mulai menanyakan pertanyaan kedua: “Dengan pesanan sebanyak itu, seberapa menguntungkan?” Bahkan Cisco memperkirakan pendapatan infrastruktur AI pada FY2027 mencapai 7,5 miliar dolar AS; panduan total pendapatan setahun diproyeksikan 72,2—73,4 miliar dolar AS, lebih tinggi dari ekspektasi Wall Street, tetapi kabar baik ini tetap tidak mampu mencegah harga saham turun.
【Penilaian saya】 Ini bukan karena permintaan AI mencapai puncak, melainkan perdagangan AI sedang bergeser dari “siapa yang bisa mendapatkan pesanan” ke “siapa yang bisa mengubah pesanan menjadi laba dengan margin tinggi”. Skenario A: kebutuhan jaringan AI terus meledak, sementara biaya komponen turun dan margin laba kotor membaik lagi—maka penurunan hari ini lebih mirip koreksi/repricing akibat ekspektasi yang terlalu tinggi. Skenario B: pendapatan terus melonjak, tapi margin laba kotor jangka panjang cenderung turun; pasar kemudian menyadari bahwa infrastruktur AI tidak menghasilkan laba setinggi itu di setiap lapisan seperti yang dilakukan Nvidia.
Cisco sekarang sekitar 112,8 dolar AS, turun hampir 9% pada hari itu, dengan level terendah intraday sekitar 111,5 dolar AS. Kali ini sinyal yang diberikan pasar sangat langsung: performa bagus saja tidak cukup; perusahaan AI sekarang harus sekaligus membuktikan pertumbuhan dan efisiensi menghasilkan keuntungan.
Terjemahan singkat: pusat data AI memang sedang gila-gilaan membeli perangkat Cisco, tapi pasar sekarang tidak lagi puas dengan “jualan banyak”, melainkan mulai bertanya—setelah menjual sebanyak itu, pada akhirnya berapa banyak laba yang bisa benar-benar tertinggal?
