Tadi malam saya sedang mengedit berkas cap table hingga hampir jam 2 pagi... dan yang membuat saya berhenti bukanlah Privasi, maupun Bukt i Tanpa Pengetahuan.
Yang membuat saya berhenti adalah sebuah kotak kecil: kepemilikan cap 4%.
Misalkan sebuah dana memiliki aset senilai 20 juta USD, aturan tersebut mengizinkan pemegang untuk memiliki maksimum 4%, maka batasnya adalah 800.000 USD; lalu apa yang terjadi jika pesanan berikutnya mendorong posisi menjadi 4,01%?
Dalam sistem lama, jawabannya biasanya berarti email, pihak yang menyetujui, kustodian, lalu tumpukan penuh operasi back-office.
Yang saya anggap menarik tentang Dusk adalah Zedger mengubah State Management dan On-chain Compliance menjadi aturan yang bisa secara otomatis memblokir transaksi langsung di dalam logika Tokenized Securities.
Tidak terdengar semenarik TPS... tapi jujur, saya pikir hal-hal “membosankan” inilah yang justru membuat uang mulai terasa nyata.
Phoenix menangani UTXO, Protocol-Native Privacy, dan Bukt i Tanpa Pengetahuan di Transaction Layer; Zedger menangani kepemilikan, whitelist, hak suara, distribusi dividen, serta pembatasan seperti MiFID II.
Dua bagian itu tidak mencoba mengerjakan pekerjaan yang sama.
dan persis itulah yang membuatnya tangguh!
Saya tidak lagi melihat Dusk sebagai blockchain yang mencoba bersaing dengan Ethereum atau Solana untuk menarik pengguna.
Saya melihatnya sebagai potongan logika yang masuk ke Financial Market Infrastructure, tempat Clearing House, Custody, dan Central Securities Depository menghasilkan uang karena pasar masih membutuhkan perantara untuk memverifikasi, mencatat, dan merekonsiliasi.
Jika sebagian dari Securities Settlement bisa bergeser dari “seseorang yang memeriksa aturannya” menjadi “protokol yang menegakkan aturan itu sendiri”, maka Disintermediation tidak lagi sekadar slogan... ia menjadi persamaan biaya.
Pertanyaannya: apakah pasar akan membayar untuk blockchain yang lebih cepat, atau untuk blockchain yang tahu kapan harus bilang “tidak”?
#dusk $DUSK @Dusk
Yang membuat saya berhenti adalah sebuah kotak kecil: kepemilikan cap 4%.
Misalkan sebuah dana memiliki aset senilai 20 juta USD, aturan tersebut mengizinkan pemegang untuk memiliki maksimum 4%, maka batasnya adalah 800.000 USD; lalu apa yang terjadi jika pesanan berikutnya mendorong posisi menjadi 4,01%?
Dalam sistem lama, jawabannya biasanya berarti email, pihak yang menyetujui, kustodian, lalu tumpukan penuh operasi back-office.
Yang saya anggap menarik tentang Dusk adalah Zedger mengubah State Management dan On-chain Compliance menjadi aturan yang bisa secara otomatis memblokir transaksi langsung di dalam logika Tokenized Securities.
Tidak terdengar semenarik TPS... tapi jujur, saya pikir hal-hal “membosankan” inilah yang justru membuat uang mulai terasa nyata.
Phoenix menangani UTXO, Protocol-Native Privacy, dan Bukt i Tanpa Pengetahuan di Transaction Layer; Zedger menangani kepemilikan, whitelist, hak suara, distribusi dividen, serta pembatasan seperti MiFID II.
Dua bagian itu tidak mencoba mengerjakan pekerjaan yang sama.
dan persis itulah yang membuatnya tangguh!
Saya tidak lagi melihat Dusk sebagai blockchain yang mencoba bersaing dengan Ethereum atau Solana untuk menarik pengguna.
Saya melihatnya sebagai potongan logika yang masuk ke Financial Market Infrastructure, tempat Clearing House, Custody, dan Central Securities Depository menghasilkan uang karena pasar masih membutuhkan perantara untuk memverifikasi, mencatat, dan merekonsiliasi.
Jika sebagian dari Securities Settlement bisa bergeser dari “seseorang yang memeriksa aturannya” menjadi “protokol yang menegakkan aturan itu sendiri”, maka Disintermediation tidak lagi sekadar slogan... ia menjadi persamaan biaya.
Pertanyaannya: apakah pasar akan membayar untuk blockchain yang lebih cepat, atau untuk blockchain yang tahu kapan harus bilang “tidak”?
#dusk $DUSK @Dusk