Yayasan Ethereum kembali mengutak-atik lagi
Sejak mulai bertaruh Poseidon pada tahun 2019, kini Ethereum L1 bersiap untuk ditinggalkan, dan kembali merangkul SHA2 / BLAKE2s.
Alasannya sederhana:
Dulu adalah “membuat sebuah Hash yang cocok untuk SNARK”,
sekarang SNARK sudah berevolusi sehingga bisa “langsung beradaptasi dengan Hash tradisional”.
Justin Drake bahkan menyebut terobosan ini sebagai:
“Kriptografi level fiksi ilmiah.”
Ditambah lagi, ketika AI mulai mempercepat analisis kriptografi, Ethereum juga jelas bergerak menuju solusi pasca-quantum berbasis Hash yang lebih sederhana dan lebih matang.
💡 Setelah bertahun-tahun riset, jawaban yang akhirnya diperoleh Yayasan:
Bukan karena teknologi lama tidak bisa, melainkan SNARK sebelumnya masih belum cukup mumpuni.
Berputar jauh, kembali ke yang paling dasar.
#Ethereum
Sejak mulai bertaruh Poseidon pada tahun 2019, kini Ethereum L1 bersiap untuk ditinggalkan, dan kembali merangkul SHA2 / BLAKE2s.
Alasannya sederhana:
Dulu adalah “membuat sebuah Hash yang cocok untuk SNARK”,
sekarang SNARK sudah berevolusi sehingga bisa “langsung beradaptasi dengan Hash tradisional”.
Justin Drake bahkan menyebut terobosan ini sebagai:
“Kriptografi level fiksi ilmiah.”
Ditambah lagi, ketika AI mulai mempercepat analisis kriptografi, Ethereum juga jelas bergerak menuju solusi pasca-quantum berbasis Hash yang lebih sederhana dan lebih matang.
💡 Setelah bertahun-tahun riset, jawaban yang akhirnya diperoleh Yayasan:
Bukan karena teknologi lama tidak bisa, melainkan SNARK sebelumnya masih belum cukup mumpuni.
Berputar jauh, kembali ke yang paling dasar.
#Ethereum