Saham global menguat tipis saat harga minyak mendingin, sementara Iran tetap menjadi risiko pasar utama

📈 Ekuitas global bergerak sedikit lebih tinggi pada 13 Agustus, dengan indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik sekitar 1,08%, sementara Kospi Korea Selatan melonjak 3,78%.

🛢️ Minyak mentah Brent turun di bawah $90, diperdagangkan sekitar $87–88 per barel dan melemah kira-kira 1,5–2%. Ekspektasi permintaan yang lebih lemah dan meningkatnya persediaan AS menambah tekanan, meskipun ketegangan terkait Iran dan Selat Hormuz terus membatasi penurunan.

💵 Indeks Dolar sempat mencapai 100,08, level tertingginya dalam hampir dua minggu. Dolar AS tetap mendapat dukungan dari permintaan aset safe-haven dan keunggulan imbal hasil relatif.

📊 Data CPI AS Juli yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan sentimen pasar, sementara probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada bulan September naik menjadi sekitar 65% dari kira-kira 50%.

🌍 Selera risiko membaik, tetapi perkembangan seputar Iran dan Hormuz tetap menjadi variabel kunci yang dapat dengan cepat mengubah arah minyak, dolar, dan saham.

#GlobalMarkets $NVDAB $AAPLB $GOOGL.US