Saham Elon Musk’s Space Exploration Technologies Corp (NASDAQ: SPCX) melonjak hampir 12% dalam satu sesi perdagangan, berhasil merebut kembali patokan IPO-nya sebesar $135. Lonjakan intraday yang masif mendorong harga saham mendekati $148, sebuah pemulihan yang mengesankan sebesar 41% dari titik terendah pada 3 Agustus.

Momentum bearish cepat menguap berkat tiga katalis utama pasar:

- Gelombang Kejut Pendapatan AI: Dalam rapat all-hands, Elon Musk mengungkap bahwa pendapatan infrastruktur AI SpaceX tumbuh secara eksponensial dan berpotensi melampaui seluruh segmen perusahaan lainnya pada bulan September. Hal ini sangat didorong oleh kemitraan sewa komputasi yang menguntungkan dengan Anthropic.
- Bertahan di Masa Lockup Expiration: Para investor khawatir terjadi aksi jual besar-besaran karena 911,5 juta saham milik orang dalam menjadi eligible untuk diperdagangkan pada 6 Agustus. Namun, permintaan institusional yang kuat—termasuk posisi besar dari Norwegian’s Sovereign Wealth Fund—menyerap pasokan dengan mudah.
- Kenaikan Peringkat Wall Street: Argus Research dan analis lain menerbitkan pembaruan yang bullish dengan target harga kembali naik ke $160+, dengan alasan bahwa belanja modal untuk pusat data raksasa menghasilkan imbal hasil jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Meski cash burn AI SpaceX bernilai miliaran dolar sempat membuat pasar terpaku, jalur cepatnya menuju $100 Miliar Annualized Revenue Run-Rate (ARR) pada bulan Desember telah mengukuhkan posisinya sebagai raksasa AI dan dirgantara.

#spacexrisesnearly12%intraday $SPCX $SPCXB