🚨 SEC baru saja mengizinkan raksasa Wall Street untuk mempertahankan dana pasar uang senilai 726 juta dolar di blockchain publik.

Tanpa konferensi pers. Tanpa heboh ETF. Hanya sebuah surat.
Pada 12 Agustus, Divisi Pengelolaan Investasi SEC mengeluarkan surat keterangan (no-action) kepada Franklin Templeton. Dengan bahasa sederhana:
✅ Reksa dana biasa dan ETF milik Franklin sekarang boleh memegang OnChain U.S. Government Money Fund — ticker FOBXX, dijuluki BENJI ✅ Catatan di blockchain berjalan berdampingan dengan buku resmi, sementara agen transfer tetap memegang catatan induk ✅ Pembebasan dari sebagian aturan kustodi di bawah Undang-Undang 1940, yang ditulis puluhan tahun sebelum blockchain publik ada.

BENJI memegang sekitar 726 juta dolar, sebagian besar di Stellar, dan sejak itu diperluas ke Ethereum dan Solana.
Persyaratannya ketat: dompet terpisah per dana, rekonsiliasi harian, pengawasan dewan, tiga audit independen per tahun.
Kenapa ini lebih penting daripada headline ETF lainnya: ETF menaruh kripto ke dalam sistem lama. Ini justru menaruh sistem lama ke dalam blockchain—NAV per jam, penyelesaian intraday, manajemen kas yang ditokenisasi, di dalam dana terdaftar.

Satu peringatan yang jujur: surat no-action adalah sikap penegakan staf. Itu bukan aturan, bukan persetujuan formal, dan bisa dibatasi lagi nanti.
Aset riil yang ditokenisasi sudah jadi kisah “tahun depan” sejak 2021. Ini adalah dokumen membosankan yang diam-diam membuatnya menjadi kenyataan tahun ini.
Mana yang lebih penting dalam lima tahun ke depan—ETF spot, atau dana yang ditokenisasi? 👇

$BTC $ETH #SECIssuesNoActionLetterToFranklinTempleton