#ATENCAO ‼️ ETH | STAKING ATINGE 34% DA OFERTA E TAXA DE RENDIMENTO PODE CAIR‼️

Staking Ethereum telah mencapai kira-kira 34% dari seluruh pasokan ETH, dibandingkan sekitar 29% di awal tahun 2026. Dalam praktiknya, sekitar sepertiga dari semua ETH saat ini digunakan untuk mengamankan jaringan.

Pada saat yang sama, peneliti dari ekosistem Ethereum, termasuk Justin Drake, mengajukan EIP-8361, sebuah proposal yang bertujuan untuk secara bertahap mengurangi imbalan validator seiring meningkatnya jumlah ETH yang dipertaruhkan (staking).

Pada level saat ini, proyeksi menunjukkan bahwa imbal hasil konsensus bisa turun dari sekitar 2,6% menjadi 1,2%.

⚠️ Penting: proposal ini masih belum disetujui dan tidak ada perubahan tersebut yang sedang berlaku.

📍Hal yang paling menarik bukan sekadar kemungkinan staking membayar lebih rendah.

Semakin banyak ETH yang dikunci dalam staking, semakin kecil pasokan bersih yang tersedia di pasar. Dan jika, secara paralel, protokol mengurangi emisi yang ditujukan untuk para validator, Ethereum dapat bergerak menuju struktur moneter yang makin ketat.

📍Artinya: yield yang lebih rendah juga bisa berarti emisi yang lebih rendah. Ini mengubah sebagian tesis ekonomi ETH.

Perusahaan treasury yang menggunakan posisi besar Ethereum untuk menghasilkan pendapatan, seperti BitMine dan SharpLink, bisa mengalami tekanan pada imbal hasilnya jika perubahan semacam itu diterapkan.

Bagi investor, jadi ada dua tesis yang berbeda:

1. ETH sebagai aset penghasil pendapatan melalui staking bisa kehilangan daya tarik.

2. ETH sebagai aset apresiasi nilai dan kelangkaan, bisa mendapatkan kekuatan dengan emisi yang lebih rendah serta porsi besar dari pasokan yang dikunci dalam staking.

Ini adalah perubahan yang patut diperhatikan karena menurunkan imbal hasil tidak selalu berarti melemahkan Ethereum. Bisa jadi justru memperkuat kelangkaannya.

🥷
#ThaiTraderOficial
#USJulyCPI&PPIDueThisWeek
$ETH