1,09 triliun yen! Bertaruh habis-habisan $AI ! Apakah “Nyonya Watanabe” di Jepang gila? Sekam-kemalasan yang jadi ladang nisan kaum retail Korea bahkan belum tumbuh tinggi lagi…
Tengkorak berutang dengan leverage milik investor ritel Korea belum sepenuhnya mendingin, sementara ibu-ibu dan bapak-bapak di Jepang justru lagi membawa “surat utang” senilai 1,09 triliun yen untuk menerobos kasino AI. Sejarah memang tidak pernah berulang, tapi tiap kali tetap saja menginjak rima yang sama.
Pasar saham Jepang sekarang sudah gila. Nilai uang yang dipinjam untuk trading saham oleh investor ritel telah melonjak menjadi 123 triliun yen—dua kali lipat dibanding awal tahun—dan mencetak rekor tertinggi sejak 2016. Yang lebih mengerikan lagi, transaksi dengan pinjaman ini menyumbang 83% dari total nilai transaksi investor ritel. Artinya, dari setiap 100 yuan, 83 yuan adalah uang pinjaman—leverage-nya hampir sudah mencapai plafon.
Semua orang menghamburkan uangnya ke saham-saham yang terkait AI, terutama satu perusahaan penyimpanan yang bernama <a>铠侠</a>. Hanya dalam beberapa hari sekitar 7 Agustus, jumlah saham yang dibeli lewat pembiayaan langsung menembus 13,23 juta saham, menjadi “taruhan utama” para investor ritel.
Sebelumnya, Korea juga sempat heboh: investor ritel sama-sama gila mengejar leverage. Hasilnya, ketika laporan keuangan tidak sesuai ekspektasi, mereka seketika likuidasi paksa (margin call) dan penjualan paksa terjadi, darah mengalir. Sekarang di Jepang, volatilitas indeks Nikkei sudah diam-diam mulai naik, sementara investor asing diam-diam mulai mundur. Saldo pembiayaan investor ritel sudah mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Gambaran ini—mirip tidak dengan tahun 2021 ketika kalian mengejar beli Dogecoin?
Jangan kira dengan menambah leverage berarti kamu benar-benar paham AI. Uang pinjaman tidak akan membuatmu lebih cerdas—hanya membuatmu jatuh lebih sakit. Keramaian boleh saja, tapi jangan jadi orang terakhir yang membayar tagihan.
#Shein据报最早8月20日启动港股IPO认购 #韩国VASP注册审查扩至大股东
Tengkorak berutang dengan leverage milik investor ritel Korea belum sepenuhnya mendingin, sementara ibu-ibu dan bapak-bapak di Jepang justru lagi membawa “surat utang” senilai 1,09 triliun yen untuk menerobos kasino AI. Sejarah memang tidak pernah berulang, tapi tiap kali tetap saja menginjak rima yang sama.
Pasar saham Jepang sekarang sudah gila. Nilai uang yang dipinjam untuk trading saham oleh investor ritel telah melonjak menjadi 123 triliun yen—dua kali lipat dibanding awal tahun—dan mencetak rekor tertinggi sejak 2016. Yang lebih mengerikan lagi, transaksi dengan pinjaman ini menyumbang 83% dari total nilai transaksi investor ritel. Artinya, dari setiap 100 yuan, 83 yuan adalah uang pinjaman—leverage-nya hampir sudah mencapai plafon.
Semua orang menghamburkan uangnya ke saham-saham yang terkait AI, terutama satu perusahaan penyimpanan yang bernama <a>铠侠</a>. Hanya dalam beberapa hari sekitar 7 Agustus, jumlah saham yang dibeli lewat pembiayaan langsung menembus 13,23 juta saham, menjadi “taruhan utama” para investor ritel.
Sebelumnya, Korea juga sempat heboh: investor ritel sama-sama gila mengejar leverage. Hasilnya, ketika laporan keuangan tidak sesuai ekspektasi, mereka seketika likuidasi paksa (margin call) dan penjualan paksa terjadi, darah mengalir. Sekarang di Jepang, volatilitas indeks Nikkei sudah diam-diam mulai naik, sementara investor asing diam-diam mulai mundur. Saldo pembiayaan investor ritel sudah mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Gambaran ini—mirip tidak dengan tahun 2021 ketika kalian mengejar beli Dogecoin?
Jangan kira dengan menambah leverage berarti kamu benar-benar paham AI. Uang pinjaman tidak akan membuatmu lebih cerdas—hanya membuatmu jatuh lebih sakit. Keramaian boleh saja, tapi jangan jadi orang terakhir yang membayar tagihan.
#Shein据报最早8月20日启动港股IPO认购 #韩国VASP注册审查扩至大股东