Saya ini adik kecil umur 23. Saya tanya kenapa dia tidak cari pasangan. Dia bilang dia ingin menikah dengan seorang perawan. Dia bilang susah menemukannya, terus tanya saya caranya gimana. Saya pikir lama, tapi nggak tahu mau jawab apa.

Bagaimanapun, sekarang mau cari pasangan untuk menikah dengan perawan itu level kesulitannya hampir setara dengan ujian masuk pascasarjana (S2).

Saya tanya kenapa dia ngotot banget cari perawan untuk dinikahi. Dia bilang sekarang perempuan yang mau menikah itu minta rumah sekaligus minta mobil, plus mahar yang mahal. Kalau bukan perawan, dia merasa rugi. Tapi kalau lawannya perawan, dia merasa uang sebanyak apa pun yang dibelanjakan tetap berharga. Kalau bukan perawan, dia sama sekali tidak mau mengeluarkan mahar sepeser pun.

Kalau ketemu orang yang terlalu idealis soal “perawan”, bener-bener susah diajak komunikasi sama sekali.