SAMSUNG sekarang di sekitar 184,9u. Untuk gelombang kenaikan ini, saya tidak ingin mengejar.
Dalam 24 jam, harga naik dari 181,5 sampai 191,2, short-term melonjak hampir 5 poin—kelihatannya cukup ganas. Tapi masalahnya ada di puncak ini—begitu menembus sekitar 191, langsung melemah. Lalu candle 4 jam terakhir jatuh dari 189,7 ke 185,4, dan penutupan harian berada di bagian bawah rentang, dengan upper shadow yang sangat panjang. Pola “naik lalu turun lagi” seperti ini pada dasarnya tidak bisa dibilang kuat.
Yang lebih penting adalah leverage (pengungkit). Pada putaran kenaikan ini, posisi/volume yang dibuka dalam sehari naik lebih dari 45%, semuanya adalah posisi baru yang ditumpuk di area harga tinggi. Akibatnya, begitu harga berbalik, dalam 7 jam terakhir posisi langsung dipangkas hampir 20%. Banyak long yang masuk jadi terdorong keluar. Di sisi kontrak, order jual agresif juga menekan order beli—porsi bid bahkan kurang dari 4%. Funding rate masih negatif, tidak ada yang berebut untuk menyerap.
Perlu juga dilihat uangnya datang dari mana. Net inflow dari pembelian spot pada periode ini nol—tidak ada “uang besar” yang masuk; posisi big player dari indikator cenderung bearish, sedangkan dari sisi akun justru condong bullish. Perpecahan seperti ini menunjukkan pergerakan lebih banyak didorong oleh trader ritel dan akun kecil, sementara big money sebenarnya tidak benar-benar berdiri di pihak long.
Jadi kesimpulan saya: kenaikan kali ini adalah pergerakan berbasis sentimen, bukan dana (fund) utama. Di posisi seperti ini saat terjadi spike lalu pullback, mengejar long dari segi imbal hasilnya sangat buruk—jangan buru-buru. Entah tunggu sampai leverage dibersihkan (dicuci) dulu, lalu lihat ketika retracement mampu bertahan, atau sementara menunggu dan menunggu arah benar-benar dipilih lagi.
#samsung $SAMSUNG
Dalam 24 jam, harga naik dari 181,5 sampai 191,2, short-term melonjak hampir 5 poin—kelihatannya cukup ganas. Tapi masalahnya ada di puncak ini—begitu menembus sekitar 191, langsung melemah. Lalu candle 4 jam terakhir jatuh dari 189,7 ke 185,4, dan penutupan harian berada di bagian bawah rentang, dengan upper shadow yang sangat panjang. Pola “naik lalu turun lagi” seperti ini pada dasarnya tidak bisa dibilang kuat.
Yang lebih penting adalah leverage (pengungkit). Pada putaran kenaikan ini, posisi/volume yang dibuka dalam sehari naik lebih dari 45%, semuanya adalah posisi baru yang ditumpuk di area harga tinggi. Akibatnya, begitu harga berbalik, dalam 7 jam terakhir posisi langsung dipangkas hampir 20%. Banyak long yang masuk jadi terdorong keluar. Di sisi kontrak, order jual agresif juga menekan order beli—porsi bid bahkan kurang dari 4%. Funding rate masih negatif, tidak ada yang berebut untuk menyerap.
Perlu juga dilihat uangnya datang dari mana. Net inflow dari pembelian spot pada periode ini nol—tidak ada “uang besar” yang masuk; posisi big player dari indikator cenderung bearish, sedangkan dari sisi akun justru condong bullish. Perpecahan seperti ini menunjukkan pergerakan lebih banyak didorong oleh trader ritel dan akun kecil, sementara big money sebenarnya tidak benar-benar berdiri di pihak long.
Jadi kesimpulan saya: kenaikan kali ini adalah pergerakan berbasis sentimen, bukan dana (fund) utama. Di posisi seperti ini saat terjadi spike lalu pullback, mengejar long dari segi imbal hasilnya sangat buruk—jangan buru-buru. Entah tunggu sampai leverage dibersihkan (dicuci) dulu, lalu lihat ketika retracement mampu bertahan, atau sementara menunggu dan menunggu arah benar-benar dipilih lagi.
#samsung $SAMSUNG