Bitcoin Bertahan di Dekat $64K karena Inflasi AS Melandai hingga 3,4%

Bitcoin diperdagangkan di sekitar kawasan $63.000–$64.000 saat pasar menilai data inflasi AS terbaru.

Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) AS melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen naik 0,1% pada bulan Juli, sementara inflasi tahunan melambat menjadi 3,4% dari 3,5% pada bulan Juni. Inflasi inti, yang tidak termasuk pangan dan energi, berada di level 2,5% year-over-year. Angka-angka tersebut secara umum sesuai dengan ekspektasi.

Bitcoin menunjukkan respons yang terbatas terhadap laporan tersebut dan tetap berada di dekat $64.000 sebelum kemudian turun menuju sekitar $63.500, menurut liputan pasar terbaru. Ini menunjukkan bahwa para trader masih menunggu sinyal yang lebih jelas dari data ekonomi yang akan datang dan perkembangan dari Federal Reserve.

Untuk Bitcoin, melandainya inflasi mengurangi sebagian tekanan makroekonomi dalam jangka pendek, namun tidak menjamin pemulihan harga yang berkelanjutan. Pergerakan harga dan permintaan pasar yang lebih luas tetap menjadi faktor konfirmasi penting.

Gambaran saat ini karenanya seimbang: inflasi telah mereda, sementara Bitcoin belum menetapkan langkah arah yang tegas.

Catatan: Posting ini didasarkan pada data inflasi AS yang tersedia untuk publik dan informasi pasar yang tersedia pada saat publikasi. Ini hanya disediakan untuk tujuan informasi dan edukasi serta tidak merupakan nasihat keuangan. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Pembaca sebaiknya memverifikasi informasi terkini secara mandiri dan selalu lakukan riset sendiri (DYOR).

#Bitcoin #BTC #CryptoNews #CPI