Terobosan baru dalam uji coba bidang farmasi: para ilmuwan membiakkan versi mini organ manusia di laboratorium—tikus putih pun menarik napas lega!

Organoid, demikian nama organ ini. Dalam bahasa Tionghoa disebut “类器官”.

Organ mini hati, usus, dan jaringan otak yang dibudidayakan dari sel manusia berukuran hanya beberapa milimeter, namun mampu merespons obat seperti organ yang sebenarnya.

Sebelum obat baru diluncurkan, organoid ini digunakan untuk pengujian terlebih dahulu.

Mungkin tikus tidak lagi harus dikurung di laboratorium, dan subjek uji diganti dengan sel milik manusia sendiri. Hasilnya pun lebih dekat dengan respons nyata tubuh manusia dibandingkan uji pada hewan.

Dulu banyak obat baru menunjukkan efektivitas yang baik pada hewan, tetapi ketika diuji pada manusia justru berujung kegagalan.

Perusahaan farmasi menghabiskan biaya, pasien harus menunggu dengan sia-sia. Kini kesalahan bisa terungkap lebih cepat, biaya uji coba bisa lebih rendah, dan yang benar-benar diuntungkan adalah mereka yang menunggu resep obat di ranjang perawatan.