Semakin banyak saya mempelajari bStocks, semakin kurang berguna satu pertanyaan tertentu yang saya temui:
“Seberapa miripkah mereka dengan saham tradisional?”
Kedengarannya masuk akal, tetapi bisa mengarahkan Anda ke arah yang salah.
Pertanyaan yang lebih menarik adalah:
Apa yang berubah bagi pengguna ketika aset pasar yang sudah dikenal muncul dalam bentuk token?
Karena intinya bukan sekadar mengambil ticker lalu menambahkan kata “token.”
Aset tersebut masuk ke infrastruktur yang berbeda — dengan antarmuka yang berbeda, cara memindahkan modal yang berbeda, dan kemungkinan yang berbeda untuk berinteraksi dengannya.
Dan saya tidak yakin tujuannya adalah langsung memutuskan format mana yang “lebih baik”.
Lebih bermanfaat untuk memahami apa yang dirancang oleh masing-masing format untuk dilakukan.
Jadi ketika saya melihat bStocks, saya mencoba menanyakan empat hal:
— Token itu tepatnya mewakili apa?
— Bagaimana infrastruktur di sekitarnya dibangun?
— Apa yang menjadi lebih mudah atau lebih bisa diakses?
— Keterbatasan baru apa yang muncul dengan format tersebut?
Pertanyaan terakhir itu sama pentingnya.
Setiap struktur keuangan baru menambahkan sesuatu, tetapi juga memperkenalkan aturan-aturannya sendiri.
Itulah mengapa saya kurang tertarik mencari kesamaan antara bStocks dan saham tradisional, dan lebih tertarik memahami logika di balik format yang ditokenisasi.
Kadang sebuah produk menjadi lebih mudah dipahami bukan ketika Anda menemukan lebih banyak jawaban.
Tapi ketika Anda akhirnya mulai mengajukan pertanyaan yang lebih baik.
@BinanceCIS #bstockscis