$BTW $BTW lagi-lagi tangan tidak sabaran, menggeser take profit ke atas. Padahal tadinya bisa ikut makan gelombang pasar yang besar. Posisi take profit awalku di 0.20176, tapi yang aku dapat hanya sepertiga. Dulu aku selalu merasa itu karena keberuntungan burukku. Tapi order ini—aku pegang dari sejak dini hari membukanya—baru saja saat sedang “makan daging besar”, aku justru keluar. Ternyata bukan karena keberuntungan buruk. Pada akhirnya, itu karena pemahamanku sendiri masih kurang, terlalu terbatas. Mental, kondisi, dan juga modalku memang punya banyak masalah.
Sekarang aku semakin percaya pada satu kalimat: ketika barusan aku menatap chart K yang sempat jatuh hingga 0.19, pada kenyataannya orang hanya bisa menghasilkan uang sebatas kemampuan pemahamannya. Dalam trading, kamu juga hanya bisa “makan” pergerakan yang seharusnya kamu bisa ambil. Lebih satu bagian pun jangan harap bisa dibawa pulang; kurang satu bagian pun tidak akan cukup. Semua itu mencerminkan sifatmu, cara berpikirmu, mentalmu, bahkan semacam cerminan dari hidupmu—itulah dirimu yang paling nyata.
Kamu merasa dirimu sedang “mengatur strategi”, melakukan swing dan mengikuti tren. Kamu merasa dirimu sedang trading jangka pendek, bermain untuk koin arus utama, koin alt, dan token versi saham AS (dividen/derivat) yang kamu anggap. Kamu mengira koin arus utama akan stabil, sementara alt coin risikonya jauh lebih besar.
Dalam trading, yang tidak pernah dilihat adalah jenis koinnya. Kuncinya bukan RSI, bukan MACD, bukan Bollinger Band. Intinya adalah diri kamu sendiri di luar posisi. Saat peluang datang, apakah kamu berani menambah posisi dengan besar? Saat tidak ada peluang, apakah kamu bisa menahan tangan, menahan godaan dari “situasi palsu”? Apakah kamu sanggup kosongkan posisi? Kalau salah, berani menghadapi kegagalan secara langsung dan jelas dengan cut loss. Kalau benar, berani serakah dengan cara yang tepat. Untuk koin apa pun, selalu ada yang bisa menghasilkan uang dan selalu ada yang rugi—baik BTC dan ETH koin arus utama, maupun “koin-koin aneh” seperti Lab, RAVE, atau alt coin yang disebut koin setan/seasonal.
Pada akhirnya, yang terus kamu transaksikan bukanlah aset-aset beragam itu. Sejak awal, yang kamu transaksikan adalah dirimu sendiri—kamu selalu dirimu sendiri!
Sekarang aku semakin percaya pada satu kalimat: ketika barusan aku menatap chart K yang sempat jatuh hingga 0.19, pada kenyataannya orang hanya bisa menghasilkan uang sebatas kemampuan pemahamannya. Dalam trading, kamu juga hanya bisa “makan” pergerakan yang seharusnya kamu bisa ambil. Lebih satu bagian pun jangan harap bisa dibawa pulang; kurang satu bagian pun tidak akan cukup. Semua itu mencerminkan sifatmu, cara berpikirmu, mentalmu, bahkan semacam cerminan dari hidupmu—itulah dirimu yang paling nyata.
Kamu merasa dirimu sedang “mengatur strategi”, melakukan swing dan mengikuti tren. Kamu merasa dirimu sedang trading jangka pendek, bermain untuk koin arus utama, koin alt, dan token versi saham AS (dividen/derivat) yang kamu anggap. Kamu mengira koin arus utama akan stabil, sementara alt coin risikonya jauh lebih besar.
Dalam trading, yang tidak pernah dilihat adalah jenis koinnya. Kuncinya bukan RSI, bukan MACD, bukan Bollinger Band. Intinya adalah diri kamu sendiri di luar posisi. Saat peluang datang, apakah kamu berani menambah posisi dengan besar? Saat tidak ada peluang, apakah kamu bisa menahan tangan, menahan godaan dari “situasi palsu”? Apakah kamu sanggup kosongkan posisi? Kalau salah, berani menghadapi kegagalan secara langsung dan jelas dengan cut loss. Kalau benar, berani serakah dengan cara yang tepat. Untuk koin apa pun, selalu ada yang bisa menghasilkan uang dan selalu ada yang rugi—baik BTC dan ETH koin arus utama, maupun “koin-koin aneh” seperti Lab, RAVE, atau alt coin yang disebut koin setan/seasonal.
Pada akhirnya, yang terus kamu transaksikan bukanlah aset-aset beragam itu. Sejak awal, yang kamu transaksikan adalah dirimu sendiri—kamu selalu dirimu sendiri!