Saham Korea Selatan diperdagangkan pada valuasi yang berada di level ekstrem secara historis — forward P/E KOSPI telah turun di bawah 5x, level terendah setidaknya dalam 20 tahun terakhir dan kira-kira separuh dari rata-rata jangka panjangnya ~10x.
Indeks turun -30% dari puncak Juni, menandai penurunan terdalamnya (-39%) sejak Krisis Keuangan Global.
Pada level saat ini, pasar sedang mengantisipasi sekitar keruntuhan 50% dalam laba — didorong oleh ekspektasi melemahnya permintaan untuk semikonduktor dan chip memori. Kali terakhir valuasi mengisyaratkan guncangan dengan besaran seperti ini terjadi selama GFC, ketika laba sebenarnya turun -45%.
Ini bisa jadi peluang dengan nilai ekstrem atau peringatan bahwa kemerosotan laba bisa jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan konsensus. Pasar tidak memberi harga diskon seperti ini tanpa alasan.
Bagi trader yang berfokus pada pertumbuhan dan momentum, ini memunculkan pertanyaan rotasi yang menarik: jika semikonduktor dan memori terus mendingin, ke mana arus modal berikutnya mengalir? Dan jika Korea mencapai titik terendah di sini, potensi pemantulnya bisa sangat agresif.
Indeks turun -30% dari puncak Juni, menandai penurunan terdalamnya (-39%) sejak Krisis Keuangan Global.
Pada level saat ini, pasar sedang mengantisipasi sekitar keruntuhan 50% dalam laba — didorong oleh ekspektasi melemahnya permintaan untuk semikonduktor dan chip memori. Kali terakhir valuasi mengisyaratkan guncangan dengan besaran seperti ini terjadi selama GFC, ketika laba sebenarnya turun -45%.
Ini bisa jadi peluang dengan nilai ekstrem atau peringatan bahwa kemerosotan laba bisa jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan konsensus. Pasar tidak memberi harga diskon seperti ini tanpa alasan.
Bagi trader yang berfokus pada pertumbuhan dan momentum, ini memunculkan pertanyaan rotasi yang menarik: jika semikonduktor dan memori terus mendingin, ke mana arus modal berikutnya mengalir? Dan jika Korea mencapai titik terendah di sini, potensi pemantulnya bisa sangat agresif.