Menurut CNBC, pesawat penumpang C919 buatan sendiri China menyelesaikan penerbangan komersial internasional terjadwal pertamanya pada Rabu, dengan pesawat yang dioperasikan oleh Air China berangkat dari Bandara Internasional Beijing Capital menuju Ulaanbaatar, Mongolia, tepat setelah pukul 3:00 sore waktu setempat. Air China mengatakan layanan Beijing-Ulaanbaatar dijadwalkan beroperasi setiap hari, dan penerbangan tersebut menandai pertama kalinya jet pesawat berbadan sempit itu beroperasi di luar wilayah Tiongkok. Laporan tersebut menyebutkan bahwa C919 masih bergantung pada komponen asing dan belum menerima sertifikasi dari otoritas penerbangan utama AS atau Eropa. Laporan itu juga mencatat bahwa COMAC menampilkan C919 dan C909 yang lebih kecil di Dubai Airshow pada November 2025, bahwa C919 dapat membawa hingga 174 penumpang, dan bahwa China mengonfirmasi pemesanan 200 pesawat Boeing pada Mei. Seorang analis penerbangan yang kini sudah pensiun mengatakan bahwa kecepatan pengembangan dan produksi COMAC terlalu lambat untuk bersaing secara langsung dengan Airbus dan Boeing, sementara Direktur Managing AeroDynamic Advisory Richard Aboulafia mengatakan bahwa produksi pesawat bergantung pada tersedianya setiap bagian, bahkan baut.